Gegara Depok dan Bogor Berlakukan Jam Malam, Satpol PP DKI Dapat Kerjaan Tambahan

NKRIKU, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP DKI Jakarta memiliki pekerjaan tambahan akibat adanya penerapan jam malam di Depok dan Bogor. Penerapan jam malam itu mengancam perpindahan kerumunan dari kedua kota tadi ke Jakarta. 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta Arifin menerangkan, pihaknya akan mengantisipasi pergerakan masyarakat dengan menyiapkan personil di kawasan perbatasan.

“Memang Depok memberlakukan jam malam, tentu dengan adanya pemberlakuan jam malam, kita di daerah perbatasan akan mengantisipasi adanya mobilitas pergerakan orang yang mengarah ke daerah perbatasan. Paling tidak meningkatkan pengawasan di daerah perbatasan ketika malam hari,” Arifin saat dikonfirmasi, Kamis (3/9/2020).

baca juga:

Arifin mengaku sudah berkoordinasi dengan Satpol PP Jawa Barat untuk bekerja sama mengantisipasi pergerakan masyarakat. Pergerakan orang yang mondar mandir setelah jam malam dikhawatirkan memperparah penyebaran wabah corona di Jakarta, Depok maupun Bogor.

“Kita adakan kerja sama di perbatasan, kita lakukan kerja sama operasi gabungan di perbatasan, karena ada juga surat koordinasi dari Satpol PP Provinsi Jabar merencanakan ada kegiatan di daerah perbatasan di Depok dalam rangka pencegahan Covid,” ujarnya.

Rencananya patroli ini mulai digelar pekan depan. Pergerakan orang di kawasan perbatasan kata dia hanya ramai pada malam Minggu saja. 

“Sebenarnya keramaian orang di weekend ya,  kalau hari kerja kan orang kerja, tapi umumnya di weekend, Minggu besok sudah diberlakukan,” ujarnya.

Jam malam di Depok dan Bogor sudah diberlakukan sejak 29 Agustus 2020. Dengan adanya jam malam maka kegiatan berkerumun tidak diperbolehkan lebih dari pukul 21.00 WIB. Mal, kafe, restoran hingga rumah makan pun diminta membatasi operasional maksimal pukul 18.00 WIB.

Warga di kedua kota ini juga dilarang beraktivitas di luar rumah di atas pukul 20.00 WIB.[]

Berita Terbaru