Geger! Wanita di Cianjur Mau Melahirkan Saat Antre Pencairan Dana Bantuan Presiden

NKRIKU, CIANJUR – Lilis (35), seorang ibu membuat geger antrean di Kantor Cabang Utama BRI, di Jalan Siliwangi, Cianjur Kota, Jawa Barat, Senin (26/10/2020).

Pasalnya, saat tengah mengantre untuk pencairan dana Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM), perempuan tersebut mengalami kontraksi dan pecah ketuban.

Beruntung, petugas kepolisian dari Polres Cianjur yang tengah berjaga sigap mengevakuasi dan melarikan Lilis ke rumah bersalin terdekat.

Lilis mengaku, dirinya merupakan warga Kecamatan Cijati, Cianjur selatan, yang menerima bantuan tersebut.

Hanya saja, bantuan itu harus diambil sendiri di Cianjur Kota karena di daerah asalnya, tidak bisa dilakukan transaksi bank (pencairan).

Sementara, suaminya tak bisa ikut lantaran harus menjaga warung dan bekerja.

“Saya sengaja jauh-jauh datang ke Cianjur Kota untuk mencairkan BPUM,” tuturnya ditemui usai proses persalinan.

Bantuan sebesar Rp2,4 juta itu sedianya hendak ia pergunakan sebagai modal mengembangkan usaha warung kecil-kecilan di rumahnya.

“Kalau bank di Cijati enggak bisa pencairan,” ungkapnya.

Lilis mengaku, saat itu dirinya tengah mengantre bersama ratusan penerima BPUM lainnya.

“Namun setelah tiga jam mengantre saya mulai merasakan kontraksi, seperti mau melahirkan,” ujar Lilis.

Sesaat setelahnya, Lilis mengaku tak kuat lagi berdiri. Beruntung, polisi dengan sigap menolongnya.

“Langsung dilarikan ke klinik sama bapak polisi,” tuturnya.

Ia pun mengaku bersyukur bisa menjalani proses persalinan dengan lancar.

“Alhamdulilah sudah lahiran, anaknya perempuan,” sambungnya.

Iceu Hindaroh, bidan yang menangani proses persalinan mengatakan, Lilis melahirkan bayinya sekitar pukul 11.20 WIB.

Bayi yang masih belum diberi nama itu lahir dengan bera badan 4,3 kilogram dan panjang 50 sentimeter.

“Bayi tersebut berjenis kelamin perempuan dan lahir dalam keadaan sehat,” ungkapnya.

Lanjutnya, saat ini pasien akan dilakukan observasi terlebih dahulu sebelum dapat dipulangkan.

“Kita lakukan observasi dulu sebelum dipulangkan, agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tutupnya.

(ruh/pojoksatu)

Berita Terbaru