Gibran Tak Masuk 11 Tokoh Solo Penerima Vaksin Covid Perdana


Solo, NKRIKU Indonesia —

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menerima 10.609 dosis vaksin Covid-19 merek Sinovac dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

Selain tenaga medis dan karyawan fasilitas kesehatan, vaksin tersebut juga menyasar 11 tokoh masyarakat Solo yang akan disuntik vaksin sinovac di RS Bung Karno (RSBK), Kamis (14/1) besok.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo merinci 11 tokoh tersebut adalah Danrem 074/Warastratama, Kapolesta Surakarta, Ketua DPRD, Sekretaris Daerah Solo, Ketua IDI Cabang Solo, Ketua PDGI, IDAI, PPNI, IBI, Kajari Surakarta, dan satu perwakilan wartawan. Mereka dipilih karena dianggap kelompok yang mendapat prioritas vaksinasi dari pemerintah.

“Pencanangan vaksinasi di Solo kita laksanakan besok di RSBK jam 9 pagi,” kata Hadi di Solo, Rabu (13/1).

Berita Populer  Jika Keberatan, Ahmad Riza Persilakan Warganya Gugat Perda Covid-19

Sementara itu untuk nama pemenang Pilkada Solo 2020, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa, tak termasuk dalam 11 tokoh yang jadi prioritas termasuk tenaga kesehatan tersebut. Rudy menjelaskan Gibran tidak termasuk karena Pemkot Solo sejauh ini belum memahami protokol vaksinasi keluarga Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Sebagai informasi, Gibran adalah putra sulung dari Jokowi–yang juga pernah menjadi Wali Kota Solo dua periode.

“Mas Gibran kan harus pakai protokol keluarga presiden,” kata Rudy saat ditanya.

“Bukan kita menomorduakan calon walikota. Saya sendiri dan Pak Pur [Wakil Walikota Solo, Achmad Purnomo] juga tidak divaksin karena usia sudah di atas 50 tahun kok,” sambungnya.

Secara fisik, kata Rudy, Gibran memang masih memenuhi syarat untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dari Sinovac. Usia pria yang sebelumnya dikenal sebagai pengusaha kuliner itu masih masuk dalam rentang usia target penerima vaksin, dan kesehatannya relatif baik. Namun yang menjadi prioritas selain 11 tokoh itu, tegas Rudy, adalah tenaga kesehatan sesuai dengan instruksi dari pemerintah pusat RI.

Berita Populer  RI Bakal Dapat 340 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Erick Thohir: Belum Cukup

“Kalau mas Gibran siap, ya enggak apa-apa. Tapi, kita prioritaskan dulu yang langsung berhadapan dengan publik ini,” kata Rudy.

Saat dikonfirmasi terpisah, Gibran mengatakan dirinya tidak akan mendapat suntikan vaksin Sinovac gelombang pertama. Ia beralasan jumlah vaksin yang tersedia sangat terbatas sehingga pemerintah perlu mengatur skala prioritas.

“Saya enggak dulu. Nakes dulu saja,” katanya melalui pesan singkat.

Untuk diketahui, program vaksinasi Covid-19 dimulai di Indonesia setelah BPOM RI mengeluarkan izin penggunaan darurat (Emergency Use Authorization/EUA) atas vaksin Sinovac pada Senin (11/1) lalu.

Berita Populer  Paparkan Efek Kekebalan Vaksin Sinovac, Peneliti: Jangan Terkecoh

BPOM menyatakan vaksin Sinovac memiliki efikasi atau keampuhan sebesar 65,3 persen. Itu di atas ambang batas yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu 50 persen. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun telah menetapkan vaksin Sinovac suci dan halal.

Dari tujuh merek vaksin Covid-19 yang ditetapkan Kemenkes untuk dipakai di Indonesia, sejauh ini pemerintah memang baru memegang dari Sinovac, China. Setidaknya sebanyak 3 juta dosis yang akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan telah disebar ke provinsi-provinsi sesuai jatah masing-masing.

Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pun telah dilaksanakan mulai Rabu (13/1), diawali penyuntikan perdana kepada Presiden Jokowi oleh tim dokter kepresidenan.

(syd/kid)

[Gambas:Video NKRIKU]

Berita Terbaru