Gubernur Bengkulu Tersangka, Perjanjian Anti-Korupsi Hanya Sekedar Perkataan Omong Kosong Belaka

bergabung di nkriku.com

Jakarta NKRIKU – Pada awal pemerintahan Ridwan Mukti sebagai Gubernur Bengkulu telah menyerukan Pakta Integritas Antikorupsi dihadapan KP dan ditandatangani 1.108 pejabat pemerintah Provinsi Bengkulu. Akan tetapi sang Gubernur akhirnya pun jadi tersangka kasus korupsi, pakta integritas antikorupsi pun hanya sebatas wacana.


Dukung kami dengan ngelike fanspage Add Friend

KPK sudah menetapkan Ridwan Mukti dan istrinya Lily Martiani Maddari menjadi tersangka kasus korupsi. Keduanya pun sudah resmi ditahan oleh pihak KPK.

“Sebagian dari pihak yang diamankan dari OTT di Bengkulu kemarin yang dibawa ke tahanan pagi ini,” ujar Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (21/6/2017).

Terdapat 4 orang yang sudah ditahan oleh pihak KPK di tempat terpisah yaitu Gubernur Bengkulu ditahan di rumah tahanan Guntur dan istrinya di rumah tahanan C1 KPK. Dua orang lainnya yaitu JW ditahan di Cipinang. Sedangkan RDS di tahan di Rutan Jakpus. Satu orang yang ikut ditangkap, ternyata dilepaskan oleh pihak KPK.

Keterlibatan Ridwan Mukti menjadi tersangka kasus korupsi tersebut menjadi ironi karena dia pun ikut menandatangani 4 poin pakta integritas Plus siap untuk mundur kalau melanggar pakta intergritas tersebut.

Berikut pakta integritas yang sudah ditanda tangani Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti di lapangan sport center Bengkulu di dekat Pantai Panjang, Bengkulu, Selasa (1/3/2016) lalu.

Pakta Integritas:

1. Tidak akan korupsi baik langsung maupun tidak langsung dalam bentuk apapun dan berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasannya.

2. Tidak akan melakukan kegiatan bisnis ke dalam atau penyebab konflik kepentingan terhadap kewenangan yang saya miliki.

3. Tidak akan melibatkan diri dalam kegiatan yang berhubungan dengan penyalahgunan narkotika dan obat terlarang.

4. Tidak melakukan kegiatan yang bertentangan dengan ketentuan aparatur sipil negara.

Apabila saya melanggar hal-hal tersebut di atas, saya siap mengundurkan diri atau diberhentikan dari jabatan.

Bengkulu 1 Maret 2016
Materai

Saat itu Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti menyinggung persoalan Bengkulu yang pejabatnya kerapkali tersandung kasus korupsi. Akan tetapi kenyataannya sekarang apa yang sudah disampaikannya jadi ironi yang sangat menyedihkan.

“Ada pepatah lokal kalau dulu Bengkulu lubuknya kecil buayanyo banyak, tapi sekarang kita mendapatkan cemooh bengkulu lubuknya kecil buayo galo (buaya semua). Oleh karena itu, kita mesti membangun kulutr baru dengan kesiapan kita menandatangani pakta integritas pagi ini”. Demikianlah kata Ridwan Mukti pada pidato sambutannya saat itu. NKRIKU

Sumber: Detik

bergabung di nkriku.com bergabung di nkriku.com