Gugat UU MD3, Aliansi Mahasiswa Palopo Bentrok dengan Polisi

Tolak UU MD3
bergabung di nkriku.com

Palopo, Nkriku.com — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Aliansi menggugat UU MD3 dengan menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Palopo, Rabu (14/3/2018). Alhasil, aksi tersebut berujung bemtrok dengan aparat kepolisian setempat.


Dukung kami dengan ngelike fanspage Add Friend

Gerakan Aliansi tersebut di mulai pukul 08:00 Wita dengan titik star di Jl. Latamacelling lampu merah dekat Kampus 2 UNCP Palopo. Dalam aksi ini diikuti ratusan Mahasiswa dari berbagai organisasi yang ada di kota palopo. Selajutnya menuju ke Gedung DPRD Kota Palopo untuk menyampaikan tuntutanya, penyampaian orasi dilakukan secara bergantian dari masing-masing perwakilan yang di komandoi oleh Koordinator lapangan (Korlap) organanisasi Ham Bastem, Pandiesak Parinding

Demontrasi awalnya berjalan dengan kondusif ,namun pada saat demontrasi membakar ban sejumlah aparat keamanan mencoba membubarkan demonstran sehingga kekacauan tak terhelatkan (chaos), akibatnya aparat keamanan beberapa kali meletuskan tembakan gas air mata sehingga beberapa mahasiswa terkena. Aksi kejar- kejaran pun terjadi dan beberapa demonstran berhasil di tangkap namun akhirya dilepaskan kembali.

Dalam tuntutanya, Aliansi menolak hasil revisi Undan-Undang No. 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan mendesak DPRD Palopo mengeluarkan pernyataan sikap secara kelembagaan untuk menolak MD3.

Sementara itu, Koordinator lapangan (Korlap) Ham Bastem, Pandiesak Parinding mengatakan bahwa pengesahan UU MD3 menjadi langkah mundur demokrasi. “Undang-Undang MD3 telah merusak cita-cita demokrasi 1998, yaitu hadirnya negara yang tidak otoriter. Dimana cita-cita sebuah negara demokratis yang telah dipelihara selama dua dekade kini hanya menjadi jargon,” ungkap Pandiesak Parinding.

Hingga berita ini diturunkan, aksi unjuk rasa GERAM di Kantor DPRD Palopo masih berlanjut

bergabung di nkriku.com bergabung di nkriku.com