Haedar Nashir Urai Makna Dari Tema Milad Ke-108 Tahun Muhammadiyah

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menjelaskan bahwa tema itu memiliki tiga aspek yang menjadi perhatian serius Muhammadiyah. Tema diangkat untuk mempertegas gerak, sikap, dan kebijakan Muhammadiyah dalam menghadapi keragaman paham, pandangan dan orientasi keagamaan yang tumbuh dan berkembang.

Tetapi pada saat yang sama, sambungnya, Muhammadiyah juga senantiasa memberi solusi terhadap masalah negeri, termasuk di era pandemi ini.

“Dengan kata lain, di masa pandemi yang sarat beban ini, Muhammadiyah berazam akan terus memancarkan semangat untuk terus berbuat,” ujar Haedar Nashir kepada wartawan, Senin (16/11).

Berita Populer  Mendagri Ingin Praja IPDN Dilengkapi Dengan Moralitas Dan Mentalitas

Haedar menambahkan, semenjak massa awal wabah Covid-19 menghantam tanah air, Muhammadiyah telah membentuk Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) dan langkah terbaik yang maksimal untuk Indonesia.

Muhammadiyah, lanjut Haedar Nashir, juga menyadari bahwa masalah-masalah negara dan kebangsaan baik politik, ekonomi, maupun budaya dan keagamaan yang dihadapi sangat kompleks, sehingga tidak mungkin bisa diselesaikan oleh satu pihak.

Untuk itu, melalui tema milad ini Muhammadiyah mengingatkan sekaligus mengajak seluruh kekuatan bangsa termasuk pemerintah, lembaga-lembaga politik dan kenegaraan, untuk menyelesaikan masalah-masalah bangsa yang kompleks ini dengan seluruh kekuatan yang dimiliki. Tentunya, dengan kebersamaan dengan persatuan dan semangat mencari solusi.

Berita Populer  Keterlaluan, Bisa-bisanya Menteri Agama Putuskan Pembatalan Haji 2020 Sepihak

“Muhammadiyah di usia 108 tahun ini tentu akan semakin ditantang berbagai masalah-masalah yang besar, tetapi kami yakin dengan pandangan keagamaannya yang kokoh, dengan sistemnya yang kuat, dengan sumber daya manusianya yang mumpuni dan kerjasama dengan seluruh pihak insyaAllah Muhammadiyah akan mampu dan memberi kontribusi bagaimana menghadapi pandemi dan menyelesaikan masalah negeri dengan spirit dakwah dan tajdid,” jelas Haedar.

Sehingga, gerakan Islam Muhammadiyah akan selalu hadir menjadi gerakan yang bertumpu di atas semangat menjadi syuhada’a alannas, menjadi saksi sejarah yang membawa kemajuan bagi umat, bangsa dan kemanusiaan semesta yang rahmatan lil-‘alamin.

Berita Populer  Inilah Dua Alasan Kenapa Hanafi Rais Tinggalkan Zulkifli Hasan

Resepsi Milad Muhammadiyah ke-108 tahun akan digelar secara virtual di tiga titik, yakni di Yogyakarta dari Kantor PP Muhammadiyah, dari Masjid At-Tanwir Gedung Dakwah Muhammadiyah Menteng Jakarta Pusat, dan dari Gedung Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang merupakan lokasi Muktamar Muhammadiyah yang akan datang.

Selain itu, acara ini juga akan menampilkan paduan suara dari 8 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) secara online dengan dipandu Indah Nevertari yang merupakan juara ajang pencarian bakat X-Factor, menampilkan puisi oleh Taufiq Ismail, dan juga Muhammadiyah akan memberikan apresiasi kepada para pejuang Covid-19.

Berita Terbaru