Hamil Besar Saat Dibui Kasus Narkoba, Sheila Marcia: Salah Gue, Kenapa S*ks Bebas

NKRIKU – Terjerumus dalam obat-obatan terlarang hingga s*ks bebas, Sheila Marcia harus menanggung akibatnya usai divonis hukuman penjara selama setahun akibat kasus narkotika.

Nahasnya saat mendekam dalam bui, Sheila sudah berbadan dua. Alhasil, hari-hari harus dijalaninya sedang hamil besar saat di dalam penjara.

“Ya salah gue sendiri. Kenapa gue free seks, Akhirnya gak diperkenankan sama tuhan kan,” beber Sheila Marcia kepada Deddy Corbuzier saat jadi tamu podcastnya, Kamis (28/10/2021).

Sheila menceritakan pengalamannya kesulitan saat harus buang air, di mana fasilitas penjara cuma menyediakan toilet jongkok.

Saat itu dia mengalami ketakutan. Namun mau tidak mau dia harus menerima nasibnya dibui saat kondisi di mana dia harusnya membuatuhkan kasih sayang suami.

“Takut, udah itu WC jongkok lagi. (hamil) 9 bulan dengan perut segede gapan dengan ada kecoa datang. Ya udah, gue yang dari takut kecoa sekarang nggak. Gara-gara itu, ada hikmahnya kan,” ujarnya.

Sheila menyadari kalau apa yang diperbuatnya pasti ada resikonya. Namun dia selalu melihat ada sisi positif di mana dia harus menjalani akibat dari perbuatannya menggunakan narkotika.

“I allways look at positif side. Gue tau pernah masuk penjara, oh gue udah salah. Gue udah tau itu memang gak boleh, harusnya gak boleh. Ya memang resikonya gue masuk penjara. Jadi Tuhan membiarkan itu terjadi karena dia sayang gue,” katanya.

Hingga pada satu titik, Sheila mengatakan pada dirinya sendiri untuk bertobat dan kembali mengenal Tuhan.

“Gini loh dari upah kita berbuat dosa kan maut nih. Adalah kematian. Nah sebelum mati gak ingat-ingat sama tuhan, ya loe diambil. Setelah itu loe gak bisa bertaubat lagi,” katanya.

Diketahui Sheila pada 2008 lalu pernah ditangkap saat tengah pesta narkotika bersama tujuh rekannya.

Dari lokasi penangkapan, polisi menyita barang bukti berupa enam paket shabu seberat 0,58 gram.

Akibat perbuatannya Sheila kemudian divonis setahun penjara di Pengadilan Negeri Jakarta Utara akibat pelanggaran Undang-undang tentang Psikotropika.

Pernah dibully saat kecil

Sheila mengungkapkan kalau perjalanan hidupnya penuh dengan berbagai cobaan yang membuatnya butuh mencari pelarian hingga membuatnya terjerumus dalam pergaulan bebas.

“Ini adalah aku sebelum aku sakit hati. Karena aku punya kepahitan hidup terhadap keluarga tadinya yang mendalam. Tapi siapa sih yang gak pernah mengalami kepahitan itu. Cuma aku mencari pelarian gitu ya,” katanya.

Pelarian yang dimaksudnya, Sheila mengaku pernah mendapatkan bully saat masih kecil dan tidak memiliki teman.

“Gue waktu SD dibully dan gak punya teman. Setelah gadis sampul, di rumah juga tidak betah. Pada saat itu. Ke Jakarta punya banyak teman. Ya temannya salah-salah aja,” katanya.

Sheila juga merasakan turun naiknya kehidupan yang dijalani pada masa lalunya saat terjerumus dalam minuman keras dan narkoba.

“Minum, terjerumus narkoba dan pergaulannya yang aneh-aneh. Tuhan nangkap gue, on the right time. Mungkin kalau lebih lama nangkap, bisa kecanduan juga. Bisa lebih gila lagi dan akan lebih susah untuk lepas,” katanya.

Bahkan saat itu dia mengaku blak-blakan pernah terjerumus dalam seks bebas. 

“Iya free seks juga,” sebutnya.

Saat itu, menurutnya terjerumus alkohol, narkoba dan minuman keras jadi hal lumrah pada dirinya.

Namun pada satu titik, Sheila menyadari kalau itu semua tidak ada artinya.

Hanya memberinya kesenangan sesaat hingga banyak menuai masalah dalam hidupnya.

“Semua untuk apa. Narkoba juga, gua akan menyakiti anak-anak gue. Orang tua dan diri gue sendiri,” katanya. (indozone)

Berita Terbaru