Harga Minyak Bervariasi di Tengah Sinyal Pelonggaran Lockdown


Jakarta, NKRIKU Indonesia —

Harga minyak mentah dunia bergerak bervariasi pada perdagangan Selasa (23/2) waktu setempat di tengah sinyal pelonggaran penguncian wilayah (lockdown) covid-19 di sejumlah negara. Sementara itu, kekhawatiran soal pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) masih membayangi.

Melansir Antara, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April naik tipis 13 sen atau 0,2 persen menjadi US$65,37 per barel di London ICE Futures Exchange.

Berita Populer  Harga Minyak Mentah Dunia Naik Tipis pada Akhir 2020

Sementara, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April turun 3 sen menjadi US$61,67 per barel di New York Mercantile Exchange.

Kedua kontrak sempat melonjak lebih dari US$1 sebelum kembali melemah. Reaksi pasar merupakan susulan dari kenaikan tajam perdagangan Senin (22/2) dengan kenaikan masing-masing WTI dan Brent sebesar 3,8 persen dan 3,7 persen.

Berita Populer  Pemangkasan Produksi 9,7 Juta Bph Terbangkan Harga Minyak

Para produsen dan penyuling minyak serpih AS bagian Selatan dilaporkan mulai melanjutkan produksi minyak mentah sebesar 2 juta barel per hari (bph) dengan 20 persen dari total penyuling AS tutup karena badai musim dingin pekan lalu.

Meski lalu lintas alur kapal Houston terpantau lancar, namun produksi diperkirakan tidak langsung dimulai kembali. Ini membuat produksi minyak diperkirakan bakal lebih rendah pada kuartal pertama 2021.

Berita Populer  Harga Minyak Mengilap Ditopang Data Pasokan dan Konsumsi

[Gambas:Video NKRIKU]

Akibat cuaca ekstrem, stok minyak mentah AS melandai selama lima minggu berturut-turut, sedangkan persediaan produk olahan juga menurun pada pekan lalu, menurut jajak pendapat Reuters.

“Tampaknya musim dingin yang parah minggu lalu dan pemadaman listrik di Texas dapat memengaruhi data mingguan EIA hingga pertengahan bulan depan,” ujar Presiden Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch.

(wel/sfr)

Berita Terbaru