Hari Ketiga Protes Aturan Covid-19, Sejumlah Polisi Belanda Terluka

NKRIKU -Sedikitnya 40 orang diamankan pihak berwenang Belanda dalam aksi protes menentang pembatasan Covid-19 pada Minggu malam (21/11) waktu setempat. Sebanyak lima petugas polisi dilaporkan terluka dalam protes yang sudah terjadi sejak Jumat malam lalu.

Kerusuhan bermula ketika petugas keamanan menyemprotkan water canon ke pengunjuk rasa di Rotterdam, dan mengerahkan anjing dan polisi berkuda untuk menghentikan kerusuhan para pendemo yang mayoritas berusia muda yang membakar dan melemparkan kembang api.

“Tiga orang yang diyakini terkena peluru polisi masih dirawat di rumah sakit pada Minggu,” kata pihak berwenang, seperti dikutip dari Reuters.

Walikota Rotterdam Ahmed Aboutaleb menggambarkan kerusuhan itu sebagai ‘pesta pora kekerasan’ melihat kekacauan yang diciptakan dalam beberapa jam.

“Polisi pada akhirnya merasa perlu mengeluarkan senjata untuk membela diri,” jelas Aboutaleb dalam sebuah pernyataan.

Belanda menerapkan kembali beberapa tindakan penguncian pada 17,5 juta populasinya akhir pekan lalu selama tiga minggu awal dalam upaya untuk memperlambat kebangkitan virus, sementara infeksi harian tetap pada level tertinggi sejak dimulainya pandemi.

Aturan itu mendapat penentangan dari massa. Mereka juga menentang rencana pemerintah untuk mewajibkan sertifikat vaksin.

Kaum muda marah dengan larangan menyalakan kembang api di Malam Tahun Baru yang menurut pemerintah untuk menghindari tekanan tambahan pada rumah sakit karena lonjakan pasien Covid-19.

Beberapa konfrontasi paling serius pada Sabtu malam terjadi di Den Haag, di mana lima petugas terluka, salah satunya serius, kata sebuah pernyataan polisi. Polisi melakukan dakwaan dengan menunggang kuda dan menangkap 19 orang, salah satunya karena melemparkan batu melalui jendela ambulans yang lewat.

13 penangkapan lainnya dilaporkan oleh polisi di dua kota di provinsi selatan Limburg, sementara gangguan juga dilaporkan di provinsi utara Flevoland. Delapan orang ditahan di kota Urk, tempat stasiun pengujian Covid-19 dibakar awal tahun ini.(RMOL)

Berita Terbaru