Hari Ketiga Protes, Ribuan Petani India Blokir Jalan Untuk Tolak UU Baru

Sembari memblokir jalanan, ribuan petani menyerukan penolakan mereka atas UU baru yang dibuat oleh pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi pada September lalu.

Dalam UU tersebut, petani diperbolehkan untuk menjual produk mereka ke mana saja, termasuk korporat besar seperti Walmart dan bukan pasar grosir seperti sebelumnya yang menjamin adanya harga minimum.

Berita Populer  Bangkitkan Ekonomi, Pemerintah Tingkatkan Kemampuan Tenaga Kerja Melalui BLK Komunitas

Para petani kecil khawatir, mereka akan kehilangan daya saing dengan pebisnis besar.

Bahkan dilaporkan Reuters, para petani menyebut UU tersebut sebagai “UU Anti-Pertanian”.

Kemarin, Sabtu (28/11), pemerintah sendiri sudah mengundang pemimpin serikat petani untuk membahas UU tersebut, namun tampaknya belum berhasil menenangkan kemarahan mereka.

Berita Populer  Hapus Pesan Di Aplikasi, Agen Intelijen China Ditangkap Di Bandara Los Angeles

“Kami akan tetap di sini hari ini,” ujar jurubicara sekitar pekerja Persatuan Bharatiya Kisan, Rakesh Tikait.

Mencoba menghentikan kemarahan para petani, Modi memberikan pidatonya di sebuah radio. Ia menyebut, UU baru tersebut membuat petani mendapatkan hak dan peluang baru.

Berita Populer  Sebuah Pesan Dari George Bush Untuk Amerika

Protes penolakan petani telah dimulai sejak Jumat (27/11) dari negara bagian Haryana dan Punjab di pinggiran New Delhi. Ketika itu, polisi menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan pengunjuk rasa.

Tetapi keesokannya, petani dari Uttar Pradesh bergabung dan menambah massa aksi unjuk rasa tersebut.

Berita Terbaru