oleh

Hati-hati! Inilah Penyebab Bayi dalam Kandungan Meninggal

Ibu hamil sudah pasti berharap mempunyai kehamilan yang sehat sampai bayinya bisa lahir ke dunia secara selamat. Akan tetapi terdapat beberapa keadaan yang dapat membuat janin bisa meninggal dalam kandungan (stillbirth). Dengan mengetahui penyebab-penyebabnya dan cara bagaimana pencegahannya, maka kamu dapat mewaspadai kondisi tersebut ketika hamil.

Stillbirth adalah suatu kondisi dimana janin telah meninggal dalam kandungan setelah kehamilan berumur lebih dari 28 minggu. Kebanyakan kasus janin yang meninggal dalam kandungan itu terjadi ketika dimasa kehamilan atau bisa juga saat menjalani proses persalinan, meskipun persentasenya kecil.

Loading...

Sebenarnya tidak ada yang mengetahui seperti apa penyebab janin tersebut meninggal dikandungan. Akan tetapi dari beberapa kasus yang sudah terjadi, kondisi tersebut mungkin saja disebabkan oleh:

– Masalah Plasenta

Sebagian kasus janin yang meninggal dalam kandungan kerapkali dihubungkan dengan plasenta yang tak bekerja secara benar. Plasenta termasuk organ yang bertugas menyalurkan asupan-asupan penting yang diperlukan oleh janin selagi berada dalam kandungan seperti aliran darah, nutrisi dan oksigeen. Jika organ ini mengalami suatu gangguan, maka perkembangan janin bisa terhambat dan mungkin saja bisa menjadi penyebab dia meninggal dalam kandungan.

– Penyakit yanag diderita oleh ibu hamil.

Kamu mungkin dapat mengalami hal ini jika selagi hamil menderita permasalahan kesehatan tertentu seperti diabetes atau tekanan darah tinggi, terutama yang tidak terkendali dengan baik. Sebagai contoh, jika anda sedang menderita tekanan darah tinggi dan tak terkenali, maka kondisi itu bisa saja menjadi pemicu “preeklampsia”. Kondisi tersebut dapat meningkatkan resiko anda melahirkan bayi yang tidak bernyawa.

penyebab kandungan meninggal

– Infeksi

Jenis infeksi yang seringkali menyebabkan janin meninggal dalam kandungan yaitu infeksi bakteri. Jika anda telah terinfeksi bakteri maka kuman tersebut dapat berjalan dari vagina menuju rahim. Kemudian menginfeksi janin. Infeksi bakteri yang terjadi antara 24 dan 27 minggu kehamilan bisa menyebabkan janin akan meninggal dalam kandungan.

– Tali Pusar tidak Normal.

Contoh tali pusar yang tak normal yaitu tali pusar yang telah melilit di bagian leher bayi atau terpuntir. Kondisi ini dapat memotong pasokan oksigen menuju bayi.

– Cacat Lahir.

Gangguan kromosom dapat mengakibatkan birth defect atau dikenal dengan istilah cacat lahir (struktur tubuh janin yang abnormal atau mengalami cacat berat). Selain daripada itu, cacat lahir juga dapat disebabkan oleh adanya faktor lingkungan, genetik atau hal lain yang tak diketahui secara jelas.

Selain kondisi di atas, terdapat faktor yang dapat meningkatkan resiko kamu bisa mengalami stillbirth, salah satunya yaitu jika kamu hamil di atas umur 35 tahun. Kamu akan dianjurkan untuk segera melakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter kandungan jika hamil ada di usia tersebut. Karena mengingat tak semua kasus stillbirth bisa diketahui penyebabnya, maka hal sama berlaku juga untuk pencegahannya. Berikut beberapa pencegahan yang dapat kamu lakukan.

– Menjalani gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan sehat yang bergizi seimbang, terbebas dari asap rokok, obat-obatan terlarang dan minuman beralkohol

– Pastikan kamu mempunyai berat badan yang sehat sebelum merencanakan kehamilan.

– Cobalah untuk memperhatikan pergerakan janin dimulai dari minggu ke-26 sampai ke-28 masa kehamilan. Catatlah seberapa sering janin bergerak setiap harinya. Mengetahui ritme pergerakan janin dapat memudahkanmu untuk bisa mendeteksi atau sedikit mewaspadai jika tiba-tiba si kecil tak bergerak aktif seperti biasanya.

– Rutinlah memeriksakan kandungan ke dokter. Selagi memeriksakan kandungan, beri tahulah dokter segala keluhan yang anda alami.

Jika kamu sudah melakukan tindakan pencegahan dan kamu tetap saja mengalami kondisi tersebut maka janinmu yang sudah tidak bernyawa harus tetap dilahirkan. Janin dapat dilahirkan sampai menunggu waktunya tiba atau mempercepatnya dengan melakukan proses induksi. Jalan operasi caesar mungkin saja dapat ditempuh jika kesehatanmu terancam. Meskipun demikian, proses melahirkan lewat jalur ini sangat jarang dilakukan.

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Baca Juga: