Heboh Video Motor Kejar Truk Masuk Tol Pekanbaru-Dumai, Ini Kata Pengelola


NKRIKU – Warganet dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang terjadi di ruas Tol Pekanbaru-Dumai, Riau.

Dalam video tersebut terlihat dua orang berboncengan sepeda motor mengejar sebuah truk dari jalur yang berbeda. Setelah masuk gerbang tol, salah seorang mendekati truk tersebut. Namun truk tetap melaju meninggalkan kedua orang yang mengendarai sepeda motor.

Berdasarkan pantauan dari video, dua orang berboncengan sepeda motor. Pembonceng diduga membawa benda panjang.

“Nih nih bawa pipa. Tuh keliatan bawa pipa kan?” ujar seseorang komentari rekaman CCTV mengenai video tersebut.

Dalam video tersebut banyak yang menyangka terjadi aksi begal yang terjadi di Gerbang Tol Bathin Solapan Ruas Tol Pekanbaru-Dumai.

Branch Manager Tol Pekanbaru-Dumai PT Hutama Karya Indrayana menyatakan bahwa berdasarkan hasil investigasi lapangan, diduga truk melaju dari jalan arteri nasional masuk menuju gerbang tol Bathin Solapan dengan kecepatan tinggi.

Truk berplat nomor B 9538 TXU masuk ke Gerbang Tol Bathin Solapan Ruas Tol Pekanbaru-Dumai dengan kecepatan tinggi pada hari Sabtu (24/10/2020) dini hari sekitar sekitar pukul 00.25 WIB.

Berdasarkan hasil investigasi lapangan, diduga truk melaju dari jalan arteri nasional masuk menuju gerbang tol dengan kecepatan tinggi diikuti kendaraan roda dua di belakangnya.

“Setibanya di Gerbang Tol Bathin Solapan pengemudi truk melaju kencang dan menerobos gerbang tol tanpa melakukan tapping transaksi yang berdampak kerusakan pada Automatic Lane Barrier (ALB) dan Optical Beam Sensor (OBS),” terangnya sesuai rilis resmi yang diterima Suara.com, Selasa (27/10/2020).

Kendaraan truk memasuki tol dilakukan pengejaran dan diberhentikan oleh Kepala Shift Lalu Lintas serta Polisi Jalan Raya (PJR) di Km 99+000 Jalur Bandung (mengarah Pekanbaru).

Pihak Hutama Karya (Persero) Cabang Ruas Jalan Tol Pekanbaru-Dumai melakukan pengejaran dan pengamanan terhadap pengemudi truk dikarenakan adanya kerusakan aset tol.

“Hal-hal yang diluar dari hal tersebut masih menjadi investigasi pihak yang berwenang” katanya.[sc]

Berita Terbaru