Hotman Ungkap Kejanggalan Saldo Rp22 M Raib dari Maybank


Jakarta, NKRIKU Indonesia —

Kuasa hukum Maybank Indonesia Hotman Paris Hutapea mengatakan terdapat pembelian polis di salah satu perusahaan asuransi menggunakan uang atlet e-Sport Winda Lunardi oleh Kepala Cabang Maybank Cipulir berinisial A.

Menurut Hotman, transaksi itu menjadi salah satu kejanggalan dalam kasus raibnya saldo Rp22 miliar dari tabungan Winda di bank swasta itu.

“Ada aliran dana dari rekening Winda ke Prudential, yang transfer, tapi si A senilai Rp6 miliar untuk pembelian polis asuransi atas nama Winda,” kata Hotman dalam konferensi pers yang dilakukan di Jakarta Utara, Senin (9/11).

Atas indikasi itu, Hotman menduga Kacab berinisial A yang telah menjadi tersangka itu melakukan praktik permainan ‘bank dalam bank’ dengan mengakses uang milik nasabah.

Berita Populer  Dana Pemda Rp218 T Masih Terparkir di Bank

Pasalnya, kata Hotman, uang yang dibelikan polis itu justru kembali di transfer ke rekening ayahnya, Herman Lunardi senilai Rp4,8 miliar. Selain itu juga, kata dia, setidaknya ada delapan orang yang diduga menerima aliran dana itu.

Oleh sebab itu, dia pun meminta agar penyidik juga mendalami transaksi tersebut.

“Yang saya bilang tadi, semua yang terima uang ini yang ada di sini, delapan harusnya diperiksa,” ucapnya.

[Gambas:Video NKRIKU]

Terkait dengan nasib uang yang diklaim oleh korban telah raib, Hotman meminta agar proses hukum dilakukan terlebih dahulu secara menyeluruh. Dengan itu, dia berharap perkara hilangnya saldo tabungan Rp22 miliar tersebut menjadi terang benderang.

Hotman menekankan Maybank siap melakukan penggantian dana nasabah, bila pengadilan menyatakan kliennya bersalah dalam kasus itu. Menurutnya, kasus ini tak seperti pembobolan saldo biasa yang hanya melibatkan satu oknum.

Berita Populer  Simak Deretan Bank yang Bisa Beri DP Nol Persen untuk Kredit Mobil Bulan Depan

Selain kejanggalan itu,  Hotman juga menemukan kejanggalan lain. Kejanggalan berbentuk penitipan buku tabungan dan kartu ATM  milik Winda Lunardi ke Kacab Maybank Cipulir .

“Menurut pengakuan dari si tersangka, yang pegang si tersangka. Pertanyaannya, adalah Anda sebagai pemilik uang, kenapa Anda biarkan kartu ATM dipegang orang lain,” kata Hotman.

Kasus pembobolan dana milik nasabah Maybank Indonesia terungkap dari laporan Herman Lunardi sebagai pelapor. Ia merupakan orang tua dari Winda.

Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/B/0239/V/2020/Bareskrim.

Dalam perkara ini, polisi sudah menetapkan Kacab Maybank Canag Cipulir menjadi tersangka. Ia diduga membobol saldo ATM korban dengan modus melalui iming-iming sejumlah keuntungan dalam skema tabungan berjangka kepada korban.

Berita Populer  Pemerintah Akan Tambah Celengan di Bank BUMN Rp17,5 Triliun

Setelah ditelusuri, ternyata tabungan tersebut fiktif. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono mengatakan bahwa tersangka yang memiliki otoritas di cabang itu menggunakan data-data korban untuk kemudian membobol uang dari rekening tersebut.

Menurut polisi, total keuntungan yang diraup oleh pelaku mencapai Rp22 miliar.

“Iming-imingnya keuntungan sampai 10 persen. Tinggi sekali, makanya di situ tertarik,” tutur Awi.

Atas perbuatan itu, tersangka dijerat Pasal 49 Ayat (1) dan Ayat (2) UU No. 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas UU No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan dan Pasal 3, Pasal 4 dan Pasal 5 UU No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TP Pencucian Uang.

(mjo/agt)

Berita Terbaru