IHSG Terseok di Zona Negatif, 249 Saham Ambyar Enggak Menentu

NKRIKU Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjerembab ke zona merah pada penutupan perdagangan, Selasa (8/6/2021). IHSG turun 1,16% atau 70,57 poin ke 5.999,37.

Ada 168 saham menguat, 249 saham turun dan 130 saham stagnan. Nilai transaksi menyentuh Rp11,14 triliun.

Investor asing mencatat net sell Rp262,53 miliar di seluruh pasar.  Total volume transaksi bursa mencapai 30,43 miliar saham.

Adapun saham-saham yang masuk dalam top gainers LQ45 meliputi, saham PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) 4,75%PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) 3,45%PT United Tractors Tbk (UNTR) 1,96%.

Berita Populer  Investor Asing via SWF Akan Danai Pembangunan Ibu Kota Baru, Respons Bappenas?

Sedangkan, top losers LQ46 terdiri dari saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) -6,79%, PT XL Axiata Tbk (EXCL) -6,18%, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) -5,51%.

Sebelumnya, IHSG dibuka melonjak 10,34 poin atau 0,17% ke posisi 6.075,51. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 3,12 poin atau 0,34% ke posisi 912,61.

Hingga jelang pukul 09:10 WIB, IHSG bergerak labil 6.072,327.

Sekadar informasi, secara teknikal IHSG bergerak terkonsolidasi setelah pada pekan lalu membentuk pola candlestick bearish harami yang potensi pulled back resistance dan upper bollinger bands.

Berita Populer  Perekonomian Mulai Menggeliat, Bursa Asia Perkasa

IHSG (+0.08%) menguat tipis 4,76 poin ke level 6.069.94 dengan saham DCII, ARTO, TLKM, KPIG dan MDKA menjadi leader penguatan diimbangi saham BBCA, BBRI, BRIS, UNTR dan BBNI yang menahan penguatan IHSG menjadi laggard pergerakan.

Investor terfokus pada pergerakan yang cenderung bervariasi di Asia dan aksi tunggu investor terhadap data cadangan devisa Indonesia yang akan rilis selasa.

Data inflasi yang bangkit kembali telah memicu perdebatan tentang kapan Federal Reserve akan mulai mengurangi stimulus dan Investor tetap mencoba untuk mencapai keseimbangan antara mempersiapkan suku bunga yang lebih tinggi.

Berita Populer  IHSG Terapresiasi 0,10% pada Pembukaan Sesi I

” Secara sentimen investor akan terfokus pada data cadangan devisa Indonesia dan aktivitas perdagangan ekspor impor di AS,” imbuhnya.

Untuk laju IHSG, Indikator Stochastic dan RSI bergerak pada zona overbought dengan potensi dead-cross dan Indikator MACD bergerak pada kondisi overvalue dengan divergence negatif dengan histogram memberikan signal koreksi. Sehingga, diperkirakan IHSG berpotensi kembali bergerak tertahan hingga melemah dengan support resistance 6.026-6.084.[]

Berita Terbaru