Ikrar Rizieq saat Pindah Rutan: Saya Komitmen Revolusi Akhlak


Jakarta, NKRIKU Indonesia —

Tersangka kasus kerumunan Petamburan, Rizieq Shihab teriak revolusi saat dipindah ke Rumah Tahanan Bareskrim Polri. Rizieq dipindah lantaran Rutan Polda Metro Jaya terlalu padat.

“Saya tetap komitmen revolusi akhlak dengan cara yang berakhlak,” kata Rizieq yang dikawal ketat aparat kepolisian, Kamis (14/1).

Rizieq meminta semua pihak untuk menghentikan kegaduhan. Pendiri FPI, organisasi yang kini dilarang pemerintah, itu ingin membangun kedamaian.

Berita Populer  Bareskrim Polri Pindahkan Djoko Tjandra ke Rutan Salemba

“Santai saja, setop kegaduhan. Bangun kedamaian,” ujarnya.

Usai memberikan pernyataannya itu, Rizieq langsung dibawa masuk ke dalam Rutan Bareskrim dengan tangan diborgol dan mengenakan rompi tahanan.

Pantauan CNNINdonesia.com, Rizieq tiba di Gedung Bareskrim Polri sekitar pukul 15.05 WIB. Rizieq  dikawal oleh petugas kepolisian bersenjata api lengkap.

Rizieq telah mendekam di sel Rutan Polda Metro sejak 12 Desember lalu. Ia ditetapkan sebagai tersangka kerumunan acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putrinya di Petamburan, Jakarta Pusat.

Berita Populer  iNews Sore Pukul 16.00: Buntut Kerumunan saat PSBB Transisi, Anies Dipanggil Polisi

Rizieq sempat mengajukan upaya praperadilan terhadap penetapan tersangka di kasus Petamburan. Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak permohonan tersebut dan menyatakan proses hukum terhadap pentolan FPI itu sesuai prosedur.

Rizieq saat ini menyandang status tersangka untuk tiga perkara, yakni kerumunan Petamburan, kerumunan Megamendung, hingga menutupi informasi status positif Covid-19.

Di kasus RS Ummi, Rizieq dan dua tersangka lain dijerat pasal berlapis. Mereka diduga melanggar Pasal 14 ayat 1 dan 2 UU No Tahun 1984. Ketiganya juga disangkakan Pasal 216 KUHP dan Pasal 14 serta Pasal 15 UU No 1 Tahun 1946.

Berita Populer  Ustaz Maaher Ditangkap Bareskrim, FPI Pertanyakan Kasus Ade Armando hingga Denny Siregar

Mereka pun terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Andi Rian Djajadi mengatakan Rizieq turut dijerat pasal penyebaran berita bohong lantaran sempat mengaku bebas dari virus Covid-19 padahal sedang terinfeksi.

(mjo/fra)

[Gambas:Video NKRIKU]

Berita Terbaru