India Siapkan Intensif 4,6 Miliar Untuk Pembuat Baterai Kendaraan, Ada China Yang Ikut Ajukan Investasi

Sebuah proposal yang dirancang oleh NITI Aayog, lembaga pemikir federal yang diketuai oleh Perdana Menteri Narendra Modi, mengatakan India dapat memangkas tagihan impor minyaknya sebanyak 40 miliar dolar AS pada tahun 2030 jika kendaraan listrik diadopsi secara luas.Proposal tersebut kemungkinan akan ditinjau oleh Kabinet Modi dalam beberapa minggu mendatang, kata sumber pejabat senior pemerintah, mengutip Reuters, Jumat (25/9).

Berita Populer  PKS: Anggaran Untuk Influencer Lukai Hati Pelaku UMKM

NITI Aayog dan pemerintah India tidak menanggapi permintaan komentar. Lembaga think tank merekomendasikan insentif sebesar 4,6 miliar dolar AS pada tahun 2030 untuk perusahaan yang memproduksi baterai canggih, dimulai dengan insentif tunai dan infrastruktur sebesar 122 juta dolar AS pada tahun keuangan berikutnya yang kemudian akan ditingkatkan setiap tahun.”Saat ini, industri penyimpanan energi baterai termasuk industri yang baru di India. Itu membuat investor menjadi sedikit khawatir untuk berinvestasi di industri matahari terbit,” kata proposal tersebut.

Berita Terbaru