Indikator Makro Membaik, Menko Airlangga Optimis Ekonomi Tumbuh Hingga 6 Persen

NKRIKU Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku optimis pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2021 berada dalam kisaran 5,5 persen – 6 persen year on year (yoy).

Besaran angka pertumbuhan ekonomi tersebut diharapkan dapat terealisasi pada periode Oktober-Desember 2021 agar pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan mencapai 4 persen di tahun ini.

“Kalau kita mau tumbuh di angka empat persen pada tahun ini, maka di triwulan keempat kita harus memacu menjadi sekitar 5,5 persen sampai enam persen,” katanya dalam acara Economic Outlook 2022, Senin (22/11/2021).

Berita Populer  Anak Buah Luhut Ungkap 40 Persen Potensi Perdagangan Dunia Lewati Indonesia

Lebih lanjut, optimisme ini juga didukung indikator makro ekonomi yang mulai membaik dibandingkan kuartal III-2021. Pada bulan Oktober, Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia berada di level 57,2.

Kemudian, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada di level 113,4 pada bulan lalu. Selanjutnya, inflasi secara bulanan pada Oktober sebesar 0,12 persen yang dinilai sebagai indikasi meningkatknya daya beli masyarakat.

“Itu dimungkinkan karena beberapa indikator baik itu dari Purchasing Managers’ Index dan Indeks Keyakinan Konsumen itu sudah positif,” tutur Airlangga.

Berita Populer  DPR Sebut Target Ekonomi Pemerintah 2021 Tak Realistis

Di sisi lain, dia melanjutkan, proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari berbagai lembaga internasional juga semakin membaik. Namun, perlu diwaspadai dinamika global yang akan menimbulkan potensi risiko di akhir tahun 2021 sampai 2022, yaitu isu-isu ekonomi di AS, Tiongkok, dan Eropa.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani optimistis, ekonomi Indonesia bakal tumbuh lebih kuat di kuartal IV-2021. Hal tersebut melanjutkan pemulihan ekonomi yang sudah terjadi pada kuartal II-2021 dan kuartal III-2021.

Berita Populer  Dua Sektor Utama yang Jadi Biang Ekonomi RI Bisa Minus

“Sampai hari ini, kami yakin ekonomi di kuartal IV-2021 akan naik cukup kuat dan membaik sesudah mengalami penurunan akibat kasus Covid-19 varian Delta,” kata Sri Mulyani via video konferensi beberapa waktu lalu.

Sri Mulyani menambahkan, potensi peningkatan pertumbuhan ekonomi pada tiga bulan terakhir di tahun ini didorong oleh peningkatan sejumlah indikator dini, seperti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), penjualan ritel, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur, serta peningkatan ekspor dan impor.[]

Berita Terbaru