Indonesia dan Turki Jajaki Kerja Sama Riset dan Inovasi

loading…

JAKARTA – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro melaksanakan pertemuan bilateral dengan Menteri Industri dan Teknologi Turki Mustafa Varank secara daring dalam rangka melakukan penjajakan bidang kerja sama potensial guna memperkuat hubungan bilateral kedua negara dalam bidang riset dan inovasi.

Menristek/Kepala BRIN memaparkan usulan tiga bidang riset dan inovasi yang potensial, yaitu rencana kolaborasi riset dan pengembangan Vaksin Covid-19 baik melalui skema mandiri berdasarkan litbangjirap dan skema uji klinis dari vaksin Covid-19, kerja sama pengembangan industri kedirgantaraan, antara lain kerjasama pesawat N-219 dan R-80 dan kerja sama di bidang ruang angkasa untuk pengembangan teknologi satelit dan pengembangan airport untuk peluncuran satelit.

“Ketiga topik pembahasan kerja sama ini sangat relevan dan signifikan dalam pengembangan hubungan bilateral Indonesia-Turki khususnya dalam bidang penguasaan riset, teknologi dan inovasi,” ungkap Menristek/Kepala BRIN, Selasa (28/07).

Kolaborasi Riset dan Pengembangan Vaksin Covid-19

Jauh sebelum penularan virus Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi global, pada bulan Desember 2019, Turki telah mengembangkan sebuah platform khusus di bawah koordinasi Kementerian Industri dan Teknologi Turki, melalui TUBITAK Genetic and Biotechnology Institute.

Direktur TUBITAK, Prof Hasan Mandal, menginformasikan dalam paparannya bahwa saat ini Turki telah melakukan riset dan pengembangan terhadap 8 model vaksin dan 10 obat yang di antaranya 2 vaksin telah selesai proses percobaan pada hewan (animal testing), selebihnya sedang proses dan akan menuju animal testing.

Turki dalam mengembangkan Vaksin Covid 19, penelitian dilakukan melalui berbagai platform penelitian vaksin Covid-19. Terhadap 2 vaksin Covid-19 yang telah selesai pada tahapan animal testing, TUBITAK Turki saat ini sedang menunggu izin dari Kementerian Kesehatan Turki untuk dapat memasuki tahapan clinical testing.

“Turki saat ini berada dalam urutan ke-3, setelah Tiongkok dan Amerika Serikat, sebagai kandidat negara dengan angka total kandidat vaksin tertinggi di dunia, berdasarkan data publikasi WHO per 24 Juli 2020,” jelas Menteri Mustafa Varank.

Indonesia diketahui saat ini akan segera memasuki tahapan clinical testing melalui kolaborasi dengan Lembaga Biologi Molekular (LBM) Eijkman dan PT Bio Farma dengan produk Sinovac dan Sinopharm.

“Adanya potensi yang besar untuk melakukan kolaborasi bersama antara Indonesia dan Turki dalam pengembangan vaksin Covid-19 dengan menggandeng LBM Eijkman, PT Bio Farma, dan TUBITAK kedepannya, khususnya terhadap kandidat vaksin yang potensial untuk dilakukan clinical testing,” ujar Menteri Bambang.

Kerja Sama Pengembangan Industri Kedirgantaraan

Berita Terbaru