Ingin Sukses Kolaborasi Seperti McDonald’s, Popularitas Restoran dengan Influencer Harus Seimbang!

NKRIKU Sejak kemarin masyarakat dihebohkan dengan paket BTS Meal yang tersedia di gerai McDonald’s di Indonesia. Paket yang merupakan kolaborasi antara McDonald’s dan boyband BTS itu membuat para penggemar BTS antusias, sehingga menyebabkan antrean panjang driver ojek online di banyak gerai McDonald’s.

Bahkan tak sedikit dari gerai McDonald’s ditutup oleh pihak berwenang. Penutupan ini dilakukan untuk mencegah kerumunan pengemudi ojek online saat membeli pesanan BTS Meal.

Terlepas dari hal itu, kolaborasi McDonald’s dan BTS rupanya menginspirasi gerai makanan cepat saji lain untuk membuat ide serupa.

Melalui akun Twitter resmi milik KFC, restoran siap saji tersebut meminta pendapat para netizen mengenai pihak mana yang paling cocok untuk berkolaborasi dengan KFC.

Berita Populer  McDonald's Akan Rilis BTS Meal di 50 Negara Termasuk Indonesia, Ini Menunya

Ikuti Jejak BTS Meal, Pakar Marketing Beberkan Beberapa Hal Ajak Influence Kolaborasi - Foto 1KFC Kolaborasi KFC membagikan Cuitan di Twitter Mengenai pendapat netizen ingin kolaborasi dengan siapa Twitter/@KFCINDONESIA

Pakar Marketing Asnan Furinto menilai bahwa strategi brand collaboration merupakan salah satu strategi yang sifatnya mutualisme, seperti halnya kolaborasi antara brand McDonald’s dengan Boygroup asal Korea Selatan BTS.

“Jadi Brand Collaboration ini sifatnya memang mutualisme dimana kedua pihak saling menguntungkan untuk menciptakan kreativitas baru. Saat ini kolaborasi brand termasuk salah satu strategi mutualisme yang dapat dilakukan dengan saling bertukar gagasan dan penciptaan bersama sebuah produk, platform, maupun desain baru,” ucap Asnan pada kepada Akurat.co di Jakarta, Sabtu (12/6/2021).

Berita Populer  McDonald's Sarinah Terpaksa Tutup Gara-Gara...

Asnan menilai jika KFC ataupun restoran siap saji lainnya ingin mengekor McDonald’s dengan bersinergi bersama artis atau influencer maka artis atau influencer  tersebut setidaknya memiliki posisi popularitas yang setara dengan BTS.

“Sebab jikalau salah satunya jomplang ya mau tidak mau satunya lagi tidak akan mengangkat.  Makanya ini kolaborasi antara McDonald’s dengan BTS jadi heboh karena mereka setara. Dari sisi McDonald’s yang merknya kuat dan BTS juga influencenya juga kuat. Nah jika ingin mengikuti seperti hal tersebut tinggal restoran siap saji lainnya mencari brand ataupun endorse yang kurang lebih posisinya juga mirip-mirip seperti mereka popularitasnya. Jadi jangan terlalu di bawah ataupun jangan terlalu di atas,” lanjutnya.

Berita Populer  Eks CEO McDonald's Mati-matian Pertahankan Pesangon

Sebab kalau terlalu diatas, tambahnya, maka merk restoran siap saji tersebut yang kemungkinan akan tenggelam atau sebaliknya. Jika selebritinya atau endorsernya diajak kolaborasi dibawah popularitas restoran siap sajinya maka endorsernya yang tidak akan terangkat.

“Sebagai contoh, di Indonesia ada beberapa iklan-iklan merk yang sering pakai endorsernya si Agnes Monica, namun sayangnya merknya kurang ngetop jadi tenggelam. Sehingga akhirnya masyarakat lebih mengingat artisnya dibandingkan merknya, pada akhirnya terciptalah ketidakseimbangan,” paparnya.[]

Berita Terbaru