Ini Tips Ampuh Agar Pelanggan Makan 20 Menit, Piringnya Jangan Diambil Ya!

NKRIKU  Beberapa waktu lalu Pemerintah resmi memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 di Jawa-Bali, dengan beberapa penyesuaian baru.

Salah satunya mengizinkan pelaku usaha kuliner melayani pelanggan makan di tempat selama 20 menit.

Beberapa pengusaha kuliner seperti kafe dan restoran menyikapi kebijakan ini dengan berbagai reaksi. Ada yang bersyukur karena bisa memutar roda perekonomian kembali, tapi ada juga yang mengkritik karena sulitnya membatasi waktu makan pelanggan.

Berita Populer  Guru Besar FKUI Beberkan 5 Alasan Mengapa PPKM Harus Berlanjut

Toni, misalnya. Pemilik salah satu kedai kopi di bilangan Depok ini merasa bersyukur atas pelonggaran kebijakan ini. Menurutnya, demi kebaikan bersama, tidak ada salahnya mengikuti program yang sudah dibuat.

“Ngerti sih kenapa temen-temen (pengusaha lain) ada yang protes. Mungkin makanan yang dijual itu memang perlu waktu buat dimakan. Belum waktu masaknya. Kalau seperti saya, minuman bisa take away, jadi bersyukur masih bisa jalan (bisnisnya),” katanya, kepada Akurat.co, Kamis (29/7/2021).

Berita Populer  Langgar Aturan PPKM, 3 Kafe di Jaksel Dibubarkan Polisi

“Orang makan itu sebenarnya cepet. Yang lama kan ngobrolnya. Dulu pelanggan saya ada aja yang ngopinya segelas, ngobrolnya dua jam,” imbuhnya.

Ya, saat kebijakan PPKM Darurat diberlakukan, Toni memaksimalkan usahanya dengan layanan bawa pulang (take away) dan delivery order via ojek daring.

Berita Populer  Jasa Raharja Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk 25 Ribu Masyarakat Umum

Kini, ia mulai menerima kembali pelanggan yang ingin makan di tempat dengan sejumlah kebijakan. Berikut beberapa strategi melayani pelanggan makan di tempat Selama 20 Menit melalui lansiran Smartmoney. 

1. Sambut dan Sapa (Beri arahan soal batasan waktu makan)

Berita Terbaru