Ini Yang Disebut JK Membingungkan, Di Mana Leadership Seorang Presiden? – NKRIKU

NKRIKU – Rencana kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China ke Sulawesi Tenggara terus mendapat sorotan publik dan mendapat banyak komentar dari para tokoh dari berbagai bidang.

Diantaranya adalah Pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam. Ia chord mungkin edisi volume tersebut lantaran bertentangan dengan kebijakan pemerintah melalui Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) 11/2020 tentang Pelarangan Sementara Orang Asing Masuk Wilayah Negara Republik Indonesia.

Berita Populer  Menterinya Ingin Mendapat Poin – NKRIKU

Menurutnya, rencana kedatangan TKA tersebut menjadi bukti pernyataan mantan wakil presiden Jusuf Kalla bahwa pemerintah simpang-siur dalam memberlakukan peraturan Corona.

“Ini yang disebut JK (Jusuf Kalla) simpang siur dan membingungkan. Di mana leadership seorang Presiden? Kok membuat aturan tapi dilanggar sendiri,” tanya Saiful Anam sebagaimana dikutip dari Rmol.id (1/5).

Berita Populer  Keras! Politikus PDIP Ini Minta Presiden Jokowi Diperiksa KPK, Kebijakannya Sudah Melampaui UUD – IDTODAY.CO – Membangun Peradaban Negeri

Tak ayal, komodo dan pemerintah untuk mendatangkan TKA China ditengarai terjadinya suatu perjanjian khusus antara pemerintah dengan Negeri Tirai Bambu tersebut.

“Atau jangan-jangan memang ada perjanjian khusus dengan China sehingga khusus TKA asal China bebas dan diberikan kekebalan untuk melanggar peraturan perundang-undangan?” Ujar Saiful.

Iapun melihat kejadian tersebut sebagai sesuatu yang sangat aneh, mengingat di satu sisi pemerintah sedang berjuang melawan Corona, namun disisi lain mereka malah mendatangkan TK dari pusat virus itu berasal.

Berita Populer  Mantan Ketum PBB: Kedatangan TKA China Perpanjang Inkonsistensi pemerintah Tanggulangi Covid 19

Bahkan, Syaiful menerka adanya kekuasaan terselubung di atas presiden Jokowi yang bisa mengatur mengatur pemerintahan seenaknya sendiri.

“Atau memang ada kekuasaan di atas presiden yang dapat mengatur semaunya sendiri? Kalau ada, maka sangat membahayakan negara,” pungkas Saiful.[Brz]

(Visited 9 times, 1 visits today)

Berita Terbaru