by

Jabar Provinsi Pertama Terapkan Kurikulum Pencegahan Radikalisme, Dimulai Sejak PAUD

Pasang


NKRIKU – Jawa Barat menjadi provinsi pertama di Indonesia yang menerapkan kurikulum pencegahan dan penanggulangan radikalisme dan terorisme.

Kurikulum itu diterapkan di Dinas Pendidikan Kabupaten Garut yang didorong oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi mengatakan, kurikulum tersebut penting untuk memperkuat jiwa kebangsaan pada generasi yang akan datang.

Sebagai terobosan, kurikulum tersebut diterapkan untuk tingkat Paud, Taman kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Saya mengapresiasi Dinas Pendidikan Kabupaten Garut dengan diterapkannya kurikulum Pencegahan dan Penanggulangan Radikalisme dan Terorisme,” ujar Dedi Supandi diberitakan Kantor Berita RMOLJabar, Rabu (26/1).

Dirinya juga mengapresiasi BNPT yang telah berperan aktif mendorong kegiatan pencegahan teroris di Jawa Barat, termasuk dalam upaya peningkatan wawasan kebangsaan. Hal itu tampak dengan memasyarakatkan sila dan nilai Pancasila melalui permainan anak ‘Panca Main’ yang diperkenalkan di Jawa Barat pada akhir tahun 2021 lalu.

“Mengenai kurikulum pencegahan dan penanggulangan radikalisme dan terorisme ini, saya berharap bisa ditiru oleh kabupaten kota se-Jawa Barat,” katanya.

Selain itu, dia menambahkan, kurikulum tersebut ada kesinambungan dengan kurikulum wawasan kebangsaan dan kurikulum antikorupsi yang telah diterapkan untuk level SMA, SMK, maupun SLB.

“Sehingga ada kurikulum yang berjenjang dari mulai Paud hingga level SMA. Maka, upaya ini menjadi sebuah penguatan bagi generasi yang akan datang untuk berkontribusi besar dalam pencegahan dan penanggulangan radikalisme dan terorisme,” pungkasnya.

Sementara itu, Stafsus Direktorat Pencegahan BNPT Bilal mengatakan Dinas Pendidikan kabupaten Garut merupakan yang pertama menerapkan kurikulum pencegahan dan penanggulangan radikalisme dan terorisme menjadi kurikulum pembelajaran di tingkat Paud, TK, SD dan SMP.

“Selama 8 bulan, Direktorat Pencegahan Kedeputian 1 Bidang Pencegahan Perlindungan dan Deradikalisi BNPT membuat terobosan bersama dengan Disdik Kabupaten Garut memasukkan materi strategi penanggulangan radikalisme dan terorisme kedalam kurikulum pendidikan tingkat Paud, TK, SD dan SMP,” ujar Bilal. [rmol]