oleh

Jelang Pemilu, Peredaran Uang Palsu di Aceh Marak

Jakarta,NKRIku– Inincumbent Dewan Perwakilan Daerah  (DPD) RI Provinsi Aceh, mengingatkan kepada masyarakat untuk waspada terkait peredaran uang palsu menjelang pemilu.

“Saya tekankan kepada masyarakat khususnya di Aceh untuk tidak sembarangan menerima pecahan uang menjelang pemilu,” kata senator tersebut.

Disisi lain juga menurutnya praktek money politic juga menjadi ancaman terhadap proses demokrasi pada pemilu 2019 kali ini.

“Ada upaya singkat yang dilakukan oleh oknum  Calon Legislatif (Caleg) untuk melakukan money politik dengan tujuan untuk memilih dirinya, dibeberapa daerah di Aceh kami temukan kasus ini,” jelas Fachrul Razi, Sabtu, (9/2).

Fachrul Razi menambahkan bahwa money politik terjadi karena kepanikan kandidat yang tidak siap berpolitik. Senator berharap kepada masyarakat Aceh untuk berhati hati serta menghindari “money politik”.

” Mereka tidak memiliki gagasan dan program, sehingga mencari jalan pintas mencari suara dengan cara melakukan money politik, dan ini juga memanfaatkan keadaan dengan tingkat kemiskinan masyarakat yang masih merata di gampong-gampong,” salutnya kepada NKRIKu.

Sebelumnya anggota Polsek Anjungan, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat, berhasil mengungkap sindikat pengedar uang palsu yang berusaha mengedarkan di Pasar Anjungan. Jumat (8/2)

“Sindikat pengedar uang palsu tersebut kami ungkap berdasarkan laporan masyarakat, yang langsung kami tindaklanjuti dengan turun ke lapangan,” kata Kapolsek Anjungan Inspektur Polisi Satu Amril.

Pemilu 17 April 2019 sangat rentan terhadap peredaran uang palsu iming iming caleg yang berharap warga agar memilihnya secara instan melalui gebrakan membagi bagikan duit aspal (asli palsu). (Rls/WD)

Loading...

Baca Juga: