Jemaah Diusir karena Pakai Masker, KSP: Melawan Semangat Moderasi Beragama

NKRIKU.COM – Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Juri Ardiantoro mengatakan moderasi beragama menjadi sangat penting. Ini dikarenakan kecenderungan pengamalan agama berlebihan akan memunculkan pembenaran secara sepihak.

Juri mengatakan peristiwa pengusiran jemaah yang mengenakan masker di Masjid Al Amanah melawan semangat moderasi beragama.

“Ini merupakan cara beragama yang melawan semangat moderasi beragama. Padahal moderasi beragama merupakan penguatan dan upaya menjaga karakter moderat di dalam kehidupan masyarakat,” ujar Juri saat membuka program KSP Mendengar dengan tema Moderasi Beragama dengan Momentum Bulan Suci Ramadhan secara daring dari Gedung Bina Graha Jakarta, Selasa (4/5/2021).

Juri menjelaskan, moderasi beragama sebagai salah satu agenda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024, menjadi isu yang selalu dihadapi dalam menjaga Indonesia sebagai negara yang plural dengan banyak agama di dalamnya.

Baca Juga:
4 Ide Hampers Lebaran yang Menarik dan Anti Mainstream

Berita Populer  Biden Bentuk Satgas Baru untuk Tangani Covid-19 di AS

Agama kata dia, harus bisa menjadi perekat bangsa.

Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden (KSP) Rumadi Ahmad menambahkan, hal yang sama bahwa moderasi beragama sebagai karakter keagamaan di Indonesia.

Rumadi menilai, moderasi beragama merupakan cara beragama yang tidak berlebihan, tidak terlalu jauh ke kanan atau jauh ke kiri.

Sehingga hal tersebut kata Rumadi, menjadi karakter penting yang berkembang di Indonesia sebagai negara dengan mayoritas umat muslim.

“Moderasi beragama bukan hanya ditunjukkan bagi umat muslim saja. Semua agama, baik yang besar dan agama lokal yang tidak ditemuka di tempat lain, perlu mendapat perlindungan sebagai warga negara,” tutur Rumadi.

Baca Juga:
Pengunjung Pasar Raya Padang Membludak, Sebagian Tak Pakai Masker

Karenanya, Rumadi memaparkan empat hal yang perlu diperkuat dalam moderasi beragama. Di antaranya melalui penguatan komitmen kebangsaan, penguatan toleransi, mengikis paham-paham keagamaan yang radikan, dan membentuk cara beragama yang ramah tradisi.

Berita Populer  Banten Resmi Berlakukan Aturan Wajib Pakai Masker

Penguatan-penguatan itu, kata Rumadi, tengah diperjuangkan melalui RPJMN 2020-2024.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Sekjen Kemenag Nifasri mengungkapkan agenda moderasi beragama dalam RPJMN 2020-2024 menjadi bagian dalam revolusi mental dan pembangunan kebudayaan.

Namun ia menyadari belum adanya regulasi yang luas dan komprehensif mengenai moderasi beragama.

“Maka, kami bersama KSP dan Setwapres sedang menyusun Perpres terkait penguatan moderasi beragama. Dengan begitu, kami harapkan bisa diimplementasikan di seluruh lapisan masyarakat,” ungkap Nifasri.

Di sisi lain, Stafsus Wakil Presiden Bidang Informasi dan Komunikasi Masduki Baidlowi menegaskan peran penting Pemerintah Daerah dalam mengimplementasikan moderasi beragama.

Ia pun meminta Kementerian Dalam Negeri untuk terus mendorong implementasi moderasi beragama di daerah-daerah.

Sementara itu mantan Ketua Komnas Perempuan Yuniyati Chuzaifah menggarisbawahi bahwa moderasi beragama, merupakan respon atas cara beragama yang cenderung monolitik non dialogis, mengkutub dan ekstrimitas.

“Moderasi beragama adalah tuntutan global karena menguatnya paham ekstrimisme dan nativisme,” katanya.

Berita Populer  Epidemiolog UI Sebut Cara Pakai Masker Pemimpin yang Tidak Benar

Diusir

Sebelumnya, beredar video dengan narasi seorang pria diusir saat hendak salat menggunakan masker. Video tersebut dibagikan pegiat media sosial Eko Kuntadhi di akun twitternya.

Dia membagikan video itu sekaligus dengan cuitan yang menarasikan bahwa orang yang hendak salat pakai masker itu diusir pengurus masjid.

Eko Kuntadhi juga menyebut bahwa peristiwa itu terjadi di sebuah masjid di Harapan Indah, Kota Bekasi.

Pada video itu terlihat seorang pria duduk menggunakan masker di sebuah masjid. Dia kemudian dikelilingi sejumlah orang.

Pria itu tidak beranjak saat diajak ke kantor polii. Selain itu, pria tersebut dengan orang yang di sekelilingnhya sempat berdebat dengan suara keras.

“Masjid di Harapan Indah, Bekasi. Pengurusnya mengusir orang yang mau sholat pakai masker. Melihat jenggot yang hanya beberapa lembar, rasanya sih, wajar cara berfikirnya amburadul,” demikian cuitan Eko Kuntadhi, Minggu (2/5/2021).

Berita Terbaru