Joe Biden Tak Janji Akan Cepat-cepat Hapus Perang Tarif dengan China Setelah Menjabat

NKRIKU Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan kepada kolumnis opini New York Times bahwa dia tidak akan segera menghapus kenaikan tarif yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump terhadap China.

Namun demikian Biden tetap akan meninjau kembali perjanjian AS-China yang ada.

Biden mengatakan, dia akan mengembangkan “strategi yang koheren” dengan sekutu tradisional di Eropa dan Asia untuk berhadapan dengan China.

baca juga:

“Strategi China yang terbaik, saya pikir adalah strategi yang membuat sekutu kita harus berada dalam pengertian yang sama. Ini akan menjadi prioritas utama bagi saya di minggu-minggu pembukaan kepresidenan saya untuk mencoba membawa kita kembali ke pemahaman yang sama dengan sekutu kita,” kata Biden dilansir dari laman Russia Today, Jakarta, Rabu (2/12/2020).

Dia mencatat bahwa China tidak akan menyambut AS yang mengumpulkan koalisi untuk melawan China.

“Saya ingin memastikan kita akan berjuang mati-matian dengan berinvestasi di Amerika terlebih dahulu,” kata Biden.

Investasi yang dimaksud adalah penelitian di bidang energi, bioteknologi, bahan canggih, dan kecerdasan buatan sebagai bidang yang dapat menggunakan lebih banyak investasi pemerintah.

“Saya tidak akan membuat perjanjian perdagangan baru dengan siapa pun sampai kita telah melakukan investasi besar di sini di rumah dan di pekerja kita dan dalam pendidikan,” tambahnya.

Dua ekonomi terbesar dunia, AS dan China, telah terkunci dalam pertempuran perdagangan yang sengit sejak 2018, dengan pemerintahan Trump menuduh China melakukan praktik perdagangan yang tidak adil dan pencurian kekayaan intelektual.

Editor: Dhera Arizona Pratiwi

Berita Terbaru