Jokowi Bagi Sertifikat di Sumut: Jangan Buat Beli Mobil


Jakarta, NKRIKU Indonesia —

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali membagikan sertifikat tanah kepada masyarakat. Kali ini sasarannya adalah masyarakat Sumatra Utara dengan jumlah 20.087 sertifikat.

Dari total tersebut, 87 sertifikat tanah di antaranya berada di kawasan lumbung pangan atau food estate seluas 30 ribu hektare.

Dalam acara bagi-bagi tersebut, Jokowi juga mengingatkan bahwa sertifikat tersebut dapat digunakan untuk mengakses modal kerja ke perbankan. Namun ia meminta masyarakat tak menggadaikan sertifikatnya untuk membeli barang-barang yang sifatnya konsumtif seperti mobil dan sepeda motor.

Berita Populer  Jokowi Sebut Ada Menteri Kerja Seperti Cuti, 3 Menteri Terancam..

“Kalau sudah dapat modal dari bank, saya titip hati-hati, dihitung, digunakan yang baik. Jangan dipakai untuk beli mobil, beli motor, digunakan semua untuk modal usaha modal investasi,” ujarnya di Stadion Simangaronsang, Kecamatan Doloksanggul, Sumatera Utara yang disiarkan langsung via youtube, Selasa (27/10).

Jokowi bercerita singkat tentang pengalamannya mendapatkan sertifikat tanah untuk pertama kalinya di umur 35 tahun. Ia mengaku senang lantaran saat itu sertifikat tanah tersebut dapat digunakan untuk mengakses modal ke perbankan.

Berita Populer  Presiden Minta Pengelolaan RS Darurat di Jatim Dipegang Pangkogabwilhan I

“Saya ingat saat saya pertama kali mendapatkan sertifikat umur kira-kira 35 tahun, saya sudah pegang sertifikat, karena dengan sertifikat ini bisa kita gunakan untuk bisa disekolahkan ke bank kalau untuk dipakai untuk modal kerja, usaha, bisa dipakai ini,” tutur Jokowi.

[Gambas:Video NKRIKU]

Karena itu lah, ia menilai sertifikat tanah sangat berharga dan meminta masyarakat untuk menyimpan dokumen yang diserahkan negara dengan baik.

Berita Populer  Kebijakan Fiskal 2021, Sri Mulyani: Saatnya Lakukan Transformasi Besar

Kehati-hatian dalam menggunakan sertifikat tanah juga diperlukan karena untuk mendapatkan hak atas tanah yang terjamin status hukumnya tak mudah.

“Saya minta sertifikat ini disimpan, tapi tolong difotocopy dulu atau taruh di lemari yang satu, yang asli taruh di lemari kedua. Jadi kalau salah satu hilang ngurusnya mudah, kalau yang asli hilang ngurusnya bisa ke kantor pertanahan,” pungkasnya.

(hrf/agt)

Berita Terbaru