Kades Minanga Lutra Diduga Korupsi Dana Raskin, Kadis PMD: Terindikasi Bersalah

Aksi sejumlah Aktivis Himpunan Mahasiswa Rongkong Indonesia menuntut pengusutan kasus dugaan pungli dana Raskin Di Kabupaten Luwu Utara.
bergabung di nkriku.com

LUWU UTARA.NKRIku.Com—Kepala Desa Minangan, Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara diduga melakukan penyalahgunaan dana Beras Miskin (Raskin).


Dukung kami dengan ngelike fanspage Add Friend

Dugaan korupsi dana Raskin tersebut dilayangkan oleh sejumlah aktivis yang mengatas namakan dirinya Himpunan Mahasiswa Rongkong Indonesia (HMRI) saat melakukan aksi demo pada Senin (19/02/18). Selain menuntut pengusutan Raskin di Desa Minanga, mereka juga menuntut penanganan kasus pungli SMAN 14 Luwu Utara.

Abdul wahid, koordinator aksi demo HMRI, Mengatakan, sudah 9 bulan raskin di Desa Minanga tidak disalurkan ke masyarakat, dan selama itu pula, tidak ada kejelasan dari pihak kepala desa, “Mengapa raskin tersebut sampai saat ini belum disalurkan, padahal kan dari dinas sosial sendiri sudah melakukan penyaluran”, Kata Abdul Wahid.

Selain itu, Abdul Wahid mengatakan, “Meski sebenarnya penyaluran raskin di Desa Minanga, Kecamatan Limbong berupa uang tunai, namun uang tunai pengganti raskin tersebut dari bulan juli hingga saat ini tidak juga disalurkan kepada masyarakat karna lokasi Desa Minanga ini diwilayah pegunungan, dan aksesnya sulit dijangkau, makanya raskin tersebut diganti berupa uang tunai, tapi uang tunai pengganti beras tersebut tidak pernah disalurkan ke masyarakat.” Ungkap Wahid.

Sementara itu, kepala dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (PMD) Kabupaten Luwu Utara, Drs Misbah juga mengatakan, Kepala Desa Minanga terindikasi melakukan kesalahan, bukan hanya soal raskin, tapi juga ketimpangan sejumlah proyek pembangunan desa.

“Terkait dengan Kepala Desa Minanga, kami mengakui bahwa selama ini menyalahi aturan. kami sudah sampaikan masalah ini ke bupati dan inspektorat, untuk melakukan pemeriksaan soal raskin, dan proyek talut yang dikerjakannya, yang dinilai menyalahi aturan”, Beber misbah, senin, 19/02/2018.

Dari data yang dihimpun, di Desa Minanga, sebanyak 95 orang penerima raskin. Jika kemudian Raskin yang diterima tersebut dalam bentuk uang tunai, dengan masing masing satu penerima 15 Kg atau setara Rp 51.000,00 uang tunai. 51.000,00 x 95 orang, maka bisa dibayangkan, sebanyak Rp 48.450,000 uang raskin yang dikorupsi kepala desa minanga.

Terkait tudingan tersebut, saat reporter media ini mencoba mengkonfirmasi melalui via telfon, nomor handphone kepala desa minanga sedang tidak aktif, atau berada diluar jangakauan.
(Hamsul)

bergabung di nkriku.com bergabung di nkriku.com