NKRIKU, Teka-teki, siapa Kapolri pengganti Jenderal Idham Aziz akan segera terjawab, hari ini pemberitaan, mengarah pada Jokowi akan mengajukan nama Komjen Listyo Sigit Prabowo, Kabareskrim untuk melakukan fit and poper test di Komisi III DPR RI. 

Jika Sigit benar dipilih Jokowi, ini tak mengagetkan, karena Sigit memang dekat dengan Jokowi. Ketika Jokowi jadi walikota Solo, Sigit lah Kapolresnya. Dan ketika Jokowi terpilih jadi presiden di 2014, Sigit juga diangkat jadi ajudannya.

Bisa saja ini soal chemistry. Ini soal kedekatan. Dan dalam dunia politik, itu merupakan hal yang lumrah. Memilih orang dekatnya untuk jadi Kapolri.

baca juga:

Ini sudah sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Amien Rais dalam channel YouTube-nya. Amien mengatakan, bahwa yang akan dipilih Jokowi untuk menjadi Kapolri, kemungkinan adalah Listyo Sigit Prabowo. Karena soal kedekatan tadi.

Dan beberapa hari yang lalu juga, saya bertemu dengan senior saya seorang menteri, senior saya tersebut sudah cek-cek ke istana, bahwa yang kemungkinan akan diajukan Jokowi, adalah Sigit. Ada bocoran juga di tingkat elite, Ormas-ormas Islam juga tak masalah dengan dipilihnya Sigit.

Karena sangat penting dan strategisnya jabatan Kapolri. Saya juga mengajukan 5 kriteria calon Kapolri baru. Ini bisa dilihat di YouTube Ujang Komarudin Channel. Saya katakan diantara kelima kriteria, yang paling penting itu soal chemistry.

Kenapa kriteria-kriteria tersebut saya ajukan, karena kita ingin melihat dan menjadikan Polri lebih maju dan modern, dan benar-benar bisa menjadi harapan rakyat Indonesia.

Lima kriteria itu adalah. Pertama, memenuhi syarat sesuai ketentuan UU dan peraturan yang berlaku, terutama Jenderal bintang tiga. Kompolnas juga telah mengajukan lima nama bintang tiga ke Jokowi sebagai calon Kapolri.

Pada masa pemerintahan SBY, calon Kapolri pernah diajukan dari bintang dua, lalu dinaikkan bintang tiga, dan diangkat jadi Kapolri. Hanya dalam waktu sehari. Timur Pradopo, mendapat bintang tiga dan empat.

Berita Terbaru