Kecelakaan LRT Jabodebek, INKA: Hanya Rugi Ongkos Perbaikan

NKRIKU, Jakarta -PT Industri Kereta Api (Persero) INKA mengklaim kerugian perusahaan akibat kecelakaan kereta lintas rel terpadu atau LRT Jabodebek tidak terlampau besar. Direktur Utama INKA Budi Noviantoro mengatakan perusahaan hanya perlu mengeluarkan dana cadangan untuk memperbaiki dua rangkaian kereta yang terdampak insiden.

“Kami hanya rugi ongkos perbaikan. Tapi jumlahnya tidak terlalu besar karena yang terimbas kecelakaan hanya dua trainset,” ujar Budi saat ditemui di Depo LRT Jabodebek, Kalimalang, Bekasi, Rabu, 10 November 2021.

Berita Populer  KAI Kembalikan Relasi Kereta Bangunkarta dari Jombang ke Pasar Senen

Budi belum menghitung kepastian total dana yang diperlukan untuk memperbaiki dua rangkaian kereta yang rusak tersebut. Sebab penghitungan biaya perbaikan kereta sekaligus kerugian akibat kecelakaan masih menunggu audit investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Meski demikian INKA telah menginventarisasi bagian-bagian kereta yang koyak. Budi mengatakan kerusakan terparah hanya terdapat di bagian depan kereta atau kabin. Sementara itu komponen lainnya, seperti roda hingga kerangka bawah, tidak mengalami masalah.

Berita Populer  Waduh! Salah Injak Gas, Pengemudi Avanza Nyelonong Seruduk Kantor Polsek

“Dari kerusakan itu, komponennya sebagian sudah ada di sana (Madiun). Memang ada pengadaan (komponen) baru tapi tidak banyak,” ujarnya.

INKA telah menarik kembali rangkaian keretanya dari lokasi kecelakaan di Stasiun LRT Harjamukti, Cibubur, menuju Madiun, Jawa Timur. Jumlah kereta yang dikembalikan ke pabrikannya mencapai empat rangkaian.

Dua rangkaian kereta merupakan kereta yang terdampak kecelakaan dan dua lainnya adalah kereta yang memerlukan perawatan. Budi memastikan INKA akan menyelesaikan proses perbaikan dalam waktu cepat sehingga rangkaian kereta tersebut dapat siap diuji coba kembali pada Februari 2022.

Berita Populer  Polisi Tabrak Pemotor, Tersangka Terancam 12 Tahun Penjara

“Februari sudah ke sini lagi (dikembalikan di Stasiun Harjamukti),” ujar Budi.

Baca Juga: Wamen BUMN Bicara Tambahan PMN Rp 2,6 T untuk LRT Jabodebek: Bukan untuk Bisnis

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

Berita Terbaru