Kehadiran WTO Gagal Sejahterakan Petani

NKRIKU Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih mengatakan kehadiran World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan telah gagal menyejahterakan petani. Sebaliknya, petani kecil semakin sengsara karena liberalisasi perdagangan yang menjadi orientasi dari WTO.

Henry Saragih menyebutkan keikutsertaan Indonesia di WTO tergolong sangat cepat dibandingkan negara-negara lainnya di dunia. Hal ini berdampak pada masifnya upaya liberalisasi sektor-sektor di Indonesia, termasuk di pertanian dan pangan.

“Indonesia meratifikasi WTO pada tahun 1995. Hal ini diikuti dengan keterbukaan pemerintah dengan berbagai perjanjian perdagangan bebas, baik itu bilateral maupun regional. Dibandingkan dengan negara-negara lain, seperti Vietnam atau Tiongkok yang baru di awal tahun 2000, kita termasuk cepat,” paparnya lewat keterangan tertulisnya, Rabu (16/9/2020).

Berita Terbaru