Kejagung Kirim 23 Jaksa untuk Ikuti Seleksi JPU KPK

NKRIKU, JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengirimkan 23 personel jaksa ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri menerangkan, 23 jaksa itu bakalan mengikuti seleksi sebagai jaksa penuntut umum (JPU) pada komisi antikorupsi.

“Sejauh ini pihak Kejaksaan Agung sudah mengirimkan 23 personil jaksa untuk ikut seleksi sebagai JPU KPK yang sekaligus juga sebagai penyelidik dan penyidik KPK.

Berita Populer  KPK Apresiasi Kemendes Soal Penyaluran BLT Dana Desa

Ali mengatakan, seleksi bakalan dimulai sekira pertengahan November 2020, dengan tiga tahapan tes.

“Test seleksi akan dimulai sekitar pertengahan November 2020 meliputi assesment oleh pihak ketiga yang independen, kesehatan, dan wawancara,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, KPK tengah menyiapkan 100 penyidik baru untuk memperkuat sektor penindakan.

Baca juga: KPK Siapkan 100 Penyidik Baru Guna Perkuat Sektor Penindakan

Deputi Penindakan KPK Karyoto mengatakan, nantinya 100 penyidik baru tersebut dipencar ke dalam empat kedeputian, yaitu penyidikan, penyelidikan, penuntutan, dan spesialis pelacak aset.

Berita Populer  Suharso Dilaporkan ke KPK Soal Gratifikasi, Sekjen PPP: Pelapor Tidak Paham dan Mengada-Ada

“Kami secara renstra (rencana strategis) masih ada tambahan 100 personel itu,” kata Karyoto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (22/10/2020).

Akan tetapi, Karyoto bilang, proses perekrutan penyidik baru itu tidaklah mudah.

Soalnya, standar yang dipakai KPK untuk menjaring penyidik sangat tinggi.

“Memang kendala yang terjadi untuk rekrut butuh waktu lama dan tak gampang masuk KPK karena mungkin standarnya tinggi,” katanya.

Berita Populer  Antisipasi Korupsi, Ketua KPK Firli Bahuri Bekali 736 Calon Kepala Daerah

Sebenarnya, ujar Karyoto, sebanyak 25 orang dari Polri dan Kejaksaan Agung sudah mengikuti seleksi untuk menjadi penyidik KPK

Namun, imbuhnya, dari proses seleksi itu, yang memenuhi syarat hanya 9 orang.

“Kemarin ada yang ikut 25 orang, yang lolos sampai akhir hanya ada 9,” ujar Karyoto.

Sumber: Tribunnews

Berita Terbaru