Kejagung Sebut ‘Nyanyian’ Soal Aliran Duit ke Eks Jampidsus Tak Jelas

NKRIKU – Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa mantan asisten pribadi (Aspri) Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Miftahul Ulum. Namun, pihak Gedung Bundar-sebutan kantor Kejaksaan Agung- masih meragukan keterangan Ulum yang menyebut adanya dugaan aliran uang ke mantan Jampidsus Kejagung Adi Toegarisman sebesar Rp 7 miliar.

“Menurut saya tidak jelas. Karena tidak membuktikan adanya penyerahan uang Rp 7 miliar kepada Kejaksaan Agung, yaitu siapa yang menyerahkan dan siapa yang menerima. Sehingga keterangan Ulum yang hanya menduga bahwa pak Adi Toegarisman menerima uang Rp 7 miliar tidak ada bukti pendukungnya,” kata Kapuspen Kejagung, Hari Setiyono dikonfirmasi, Selasa (19/5).

Hari menuturkan, tim penyidik Kejagung mendalami pernyataan Ulum tersebut. Pasalnya, pernyataan Ulum dalam persidangan kasus suap dana hibah KONI yang diduga masuk ke Adi Toegarisman belum jelas.

Hari menyebut, sejak munculnya pemberitaan soal aliran uang yang diduga masuk ke Adi Toegarisman, Jampidsus telah memerintahkan tim penyelidik untuk memgumpulkan data dan keterangan dari pihak-pihak terkait. Namun belum menemukan bukti-bukti adanya dugaan tindak pidana, sehingga belum dapat ditingkatkan ke tahap berikutnya.

Berita Populer  Bertemu Djoko Tjandra, Jaksa Pinangki Dijatuhi Hukuman Disiplin Berat

“Dugaan suap kepada Kejagung telah ditangani Tim Penyelidik,” tukas Hari.

Sebelumnya, Kejagung mengagendakan pemerikaan terhadap mantan asisten pribadi (Aspri) Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Miftahul Ulum. Pemeriksaan itu terkait pernyataan Ulum di persidangan kasus suap dana hibah KONI yang menyebut adanya aliran uang ke mantan Jampidsus Kejagung, Adi Toegarisman sebesar Rp 7 miliar.

“Yang bersangkutan (Miftahul Ulum) akan dipanggil dan hari ini Selasa 19 Mei 2020 diklarifikasi soal pernyataan di Pengadilan Tipikor itu,” kata Kapuspen Kejagung, Hari Setiyono dikonfirmasi, Selasa (19/5).

Hari menuturkan, pihaknya telah mendapatkan izin dari Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta untuk memeriksa terkait pernyataan Ulum. Dia akan diklarifikasi terkait pernyataannya saat bersaksi untuk Imam Nahrawi pada Jumat (15/5) lalu.

“Kami sudah dapatkan izin dari Pengadilan. Jadi hari ini yang bersangkutan akan dipanggil dan diklarifikasi keterangannya,” pungkas Hari.

Berita Populer  Kejagung Periksa 9 Saksi Pertemuan Pengacara Djoktjan-Jaksa

Dalam persidangan pada Jumat (15/5), Ulum menyebut adanya aliran uang ke anggota BPK Achsanul Qosasi sebesar Rp 3 miliar. Ulum juga menyebut adanya dugaan aliran uang ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Diduga itu uang tersebut untuk pengamanan perkara.
“Saya meminjamkan uang atas nama saya, mengatasnamakan Liquid bersama Lina meminjam uang untuk mencukupi uang Rp 7 miliar untuk mencukupi dulu dari kebutuhan Kejaksaan Agung, terus kemudian Rp 3 miliar untuk BPK,” ujar Ulum dalam persidangan.

Majelis hakim, lantas meminta Ulum untuk menjelaskan secara secara rinci soal pengakuannya tersebut. “Saudara saksi tolong detail ya, sekian sekian itu berapa? saudara tau ngga?,” ujar hakim Rosmina.

“Tau yang mulia. BPK Rp 3 miliar, Kejaksaan Agungnya Rp 7 miliar yang mulia,” jawab Ulum.

Kendati demikian, Ulum tak merinci asal uang tersebut. Namun, salah satunya berasal dari KONI.

Berita Populer  KPK Sebut Perlu Usut Pemberian Uang Miftahul ke Eks Jampidsus

“Semua uang menyiapkan dulu. Saya membantu Lina waktu itu sekitar Rp 3-5 miliar. Lainnya diambilkan dari uang KONI,” ujar Ulum.

Sementara itu, tim penasihat hukum menanyakan siapa yang dimaksud inisial AQ tersebut.‎ “Bisa disebutkan inisial QA orang BPK yang terima Rp 3 miliar tadi?,” tanya salah satu kuasa hukum.

“Achsanul Qosasih,” jawab Ulum.

“Kalau yang Kejaksaan Agung?,” timpal lagi kuasa hukum.

“Adi Toegarisman,” cetus Ulum.

Ulum menyampaikan, KONI dan Kemenpora mempunyai kesepakatan untuk memberikan sejumlah uang ke BPK dan Kejaksaan Agung untuk mengatasi sejumlah panggilan ke KONI oleh Kejaksaan Agung.

“Yang menyelesaikan dari Kemenpora itu salah satu Asdep Internasional di Kejaksaan Agung yang biasa berhubungan dengan orang kejaksaan itu, lalu ada juga Yusuf atau Yunus, kalau yang ke Kejaksaan Agung juga ada Ferry Kono yang sekarang jadi Sekretaris KOI (Komite Olimpiade Indonesia),” tukas Ulum.

Editor : Kuswandi

(Visited 18 times, 1 visits today)
Ikuti @nkriku3 Ikuti @media_nkriku

Berita Terbaru