Kemenhub Beberkan Peluang Bus Pariwisata Jadi Angkutan AKAP


Jakarta, NKRIKU Indonesia —

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka peluang bagi pelaku usaha bus pariwisata agar banting setir menjadi bus angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP).

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi menyebut pihaknya tengah mengkaji kemungkinan tersebut karena kerap menerima masukan dari pengusaha di sektor pariwisata untuk mengizinkan pihaknya mengalihfungsikan armada.

“Ada potensi bus pariwisata menjadi AKAP karena penurunan permintaan. Diskusi khusus sedang dibahas internal,” katanya pada acara Markplus bertajuk Peran Perhubungan Dalam Pemulihan Ekonomi, Senin (26/10).

Berita Populer  FOTO: Suara Wong Cilik di Tengah Lika-Liku Covid-19

Lebih lanjut, ia mempersilahkan para pelaku perjalanan wisata untuk mengangkut barang menuju jurusan-jurusan yang masih kosong atau kekurangan armada, seperti jurusan ke Sumatera.

Namun, untuk daerah yang memang sudah memiliki pelaku usaha existing, jalur tersebut kemungkinan tak akan diberikan untuk pelaku usaha pariwisata.

“Kami ada slot di beberapa jurusan ke Sumatera, silahkan. Karena memang kalau jurusan yang lain, sudah cukup banyak kendaraan-kendaraan yang melayani ke beberapa tujuan tertentu. Namun, ada beberapa daerah yang memang masih terbuka,” jelasnya.

Berita Populer  Citilink Gratiskan Rapid Test Untuk Calon Penumpang

Dalam kesempatan sama, dia menyebut bahwa Kemenhub tak lagi mewajibkan rapid test untuk perjalanan bus jarak dekat dan penyeberangan kapal laut yang berada di daerah zona hijau dan kuning. Namun, untuk daerah zona merah seperti Bali, ia menyebut persyaratan rapid test masih diwajibkan sebagai protokol kesehatan covid-19.

Meski tak lagi mewajibkan rapid test di seluruh daerah, Budi membantah jika pihaknya tidak menjalankan protokol kesehatan. Dia menyebut protokol kesehatan berupa 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan tetap masih diterapkan.

Berita Populer  Reinfeksi Covid-19 Bisa Terjadi pada Pasien yang Telah Sembuh, Ini Saran Dokter

“Sekarang kalau menggunakan transportasi darat itu kami tidak menerapkan rapid test, tapi tidak berarti kami tidak sejalan dengan protokol kesehatan. Masih ada SE menyangkut 3 M penumpang pengemudi wajib menggunakan masker, wajib pakai hand sanitizer dan sebagainya,” jelasnya.

[Gambas:Video NKRIKU]

(wel/age)

Berita Terbaru