Kisah Nasabah Bumiputera yang Kepayahan Bayar Uang Sekolah saat Rumah Kebanjiran

NKRIKU, Jakarta – Seratusan nasabah PT Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 berkumpul di Wisma Mulia 2, Jakarta Selatan, untuk menuntut pencairan klaim dana asuransi, Rabu, 24 Februari 2021. Mereka meminta Otoritas Jasa Keuangan atau OJK mendorong perusahaan menuntaskan kewajiban tunggakannya kepada pemegang polis yang mencapai Rp 12 triliun.

Berita Populer  Sri Mulyani: Pembiayaan Utang Hingga Akhir Juli, Rp 519,2 Triliun

Pendemo yang separuh di antaranya perempuan membawa spanduk kertas berukuran A0. Sambil mengangkat kertas bertuliskan tuntutan dan kekhawatiran akan masalah gagal bayar.

“Tolong cairkan klaim kami. Anak kami harus bayar sekolah di saat rumah kebanjiran,” tulis nasabah pada salah satu lembar spanduk yang dibentangkan di gerbang gedung gergasi.

Berita Populer  BI Beli Surat Utang Negara Rp342,52 T per 17 November 2020

Salah satu pendemo adalah Sularni. Wanita berusia 53 tahun terus berorasi saat demo.  

Dalam orasinya, ia membeberkan bagaimana kondisi sulit yang dihadapi para nasabah. “Di tengah pandemi kami butuh uang untuk biaya hidup. OJK bantu kami, kami bukan pengemis. Kami bukan pengemis bansos (bantuan sosial),” katanya setengah berteriak di balik megaphone putihnya.

Berita Populer  Utang RI Diproyeksi Tembus 37 Persen dari PDB

Bumiputera tercatat memiliki utang klaim hingga Rp 12 triliun pada akhir 2020. Angka ini lebih besar dari perkiraan awal senilai Rp 9,6 triliun. Jumlah utang klaim pun terus meningkat ketimbang akhir 2019 yang sebesar Rp 5,3 triliun.

Berita Terbaru