Komentar Singkat Munarman FPI Soal Penangkapan Aktivis KAMI, Pedas

NKRIKU, JAKARTA – Sekretaris Umum Front Pembela Islam (Sekum FPI) Munarman ikut mengomentari penangkapan sejumlah aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Penangkapan itu sendiri berkaitan dengan aksi demo menolak UU Cipta Kerja yang berujung kerusuhan di sejumlah daerah di Indonesia.

Munarman menyebut, penangkapan ini membuktikan bahwa Indonesia tengah dalam kondisi otoritarian.

Sebab, kata dia, mereka yang ditangkap adalah orang-orang yang selama ini mengkritisi pemerintah.

“Sudah jelas, penangkapan terhadap pihak yang kritis terhadap penguasa adalah bentuk-bentuk dan sifat dari rezim otoriter,” singkat Munarman kepada jpnn.com, Jumat (16/10).

Sementara, pengamat intelijen Stanislaus Riyanta turut menyoroti penahanan sejumlah aktivis KAMI itu.

Stanislaus memaparkan, faktor utama yang menjadi penyebab penangkapan dan penahanan itu bukan karena konteks mengkritisi Omnibus Law Cipta Kerja.

“Jadi bukan dalam konteks ditangkap dan menjadi tersangka karena mengkritik Omnibus Law,” kata Stanislaus saat dihubungi PojokSatu.id, Jumat (16/10/2020).

Stanislaus juga meyakini penyebaran berita hoax yang dilakukan para petinggi KAMI itu juga menjadi penyebab pecahnya aksi vandalisme dan aksi kekerasan di sejumlah daerah. Sehingga atas dasar itulah mereka diciduk Bareskrim.

Berita Terbaru