by

Kondisi Terkini Pembangunan Sirkuit Formula E di Ancol, Wartawan Sempat Dilarang Ambil Gambar

Pasang

NKRIKU -Pembangunan sirkuit Formula E di dalam kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (15/2/2022) masih terus berjalan.

Pantauan Wartakotalive.com, Selasa sore, tampak para pekerja proyek berada di lokasi pembangunan sirkuit Formula E.

Sementara truk-truk yang membawa material pembangunan terlihat antre di lokasi proyek.

Sejumlah alat berat seperti ekskavator terlihat sibuk menguruk tanah.

Sementara gundukan tanah pun masih banyak menghampar di area proyek sirkuit Formula E.

Spanduk yang bertuliskan “Sedang Ada Pekerjaan Konstruksi E-Formula Circuit” dan sebuah gambar peta sirkuit, yang sebelumnya terpasang di pembatas bundaran Bende sudah tidak lagi terlihat.

Sementara sejumlah awak media yang sedang mengambil gambar dari luar pembatas area proyek, sempat dilarang seorang sekuriti yang datang menghampiri.

“Mas jangan ambil gambar. Nggak boleh foto-foto di sini,” ucap sekuriti tersebut.

Sebelumnya, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) memilih PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk. sebagai pemenang tender sirkuit Formula E karena dianggap memenuhi kriteria yang ada.

PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama mendapat penilaian terbaik di antara penyedia lain melalui proses evaluasi dan klarifikasi karena memiliki peralatan dan tenaga ahli yang mumpuni.

Sementara itu penjualan tiket Formula E belum bisa dilakukan pada bulan Februari 2022 karena masih terbentur dengan izin dari pihak Formula E Operations (FEO).

Meski begitu rencananya penjualan tiket balap Formula E baru akan dibuka kepada masyarakat pada bulan Maret 2022 mendatang. 

Jakpro buka suara soal tiket

Penjualan tiket Jakarta e-Prix bisa dibeli mulai Maret mendatang. Namun, hal tersebut menuai banyak kritik lantaran sirkuit Formula E saja belum rampung.

Vice Managing Director Formula E Jakarta Propertindo (JakPro) Gunung Kartiko menyebut penjulan tiket sebelum lokasi pasti ditetapkan adalah hal wajar dalam bisnis global.

“Dalam bisnis entertainment global, adalah praktek yang wajar menjual tiket sebelum lokasi pasti ditetapkan,” ucap Gunung dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/2/2022).

Gunung menegaskan yang terpenting negara penyelenggara yang menjadi tuan rumah Formula E itu sudah jelas.

“Namun negara yang dituju sudah ada,” tambah dia.

Anak buah Anies Baswedan ini juga mengatakan untuk penjualan tiket, dilakukan secara pre-sales dan pre-booking oleh penyelenggara pusat.

“Tiket dijual sebelumnya melalui pre-sales dan pre-booking oleh penyelenggara pusat,” ucapnya.

Sebelumnya diketahui, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Widi Amanasto menyebut tiket Jakarta e-Prix bisa dibeli mulai bulan depan.

Namun, saat ini Widi bersama pihaknya masih menunggu persetujuan dari Formula E Operation (FEO) soal finalisasi harga tiket.

“Sudah ada (hitungan harga tiket) menunggu persetujuan FEO,” ucap Widi kepada wartawan, Senin (14/2/2022).

Sebagai informasi, Legislator DKI Jakarta meminta kepada PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk fokus membangun lintasan Formula E terlebih dahulu dibanding menjual tiket.

Pengawas Pemerintah DKI Jakarta itu menilai, mundurnya penjualan tiket Formula E dari bulan Februari menjadi Maret adalah sesuatu yang benar.

“Justru kalau tiket dijual bulan Februari ini, itu tidak rasional karena trek saja belum ada dan acara juga belum jelas lalu dasar penjualan tiket juga tidak jelas,” kata anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan Gilbert Simanjuntak pada Senin (14/2/2022).

Gilbert mengatakan, rencana penjualan tiket bulan Februari ini juga menunjukkan kerja Panitia Pelaksana Jakarta E-Prix 2022 tidak profesional.

Pasalnya, kata dia acaranya saja belum jelas, namun tiket sudah mau dijual.

“Rencana penjualan ke bulan Maret juga sesuatu yang tidak rasional. Trek juga belum tentu disetujui oleh FEO sehingga penjualan tiket juga belum waktunya,” jelasnya.

Dia menyarankan kepada Jakpro dan panitia untuk bersikap profesional dan proporsional. Pembagian kerja (porsi) masing-masing seharusnya jelas, termasuk bentuk kontrak kerja antara Jakpro dan panitia.