KPU Cianjur Temukan Ribuan Surat Suara Rusak

NKRIKU, Belasan ribu surat suara untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Cianjur, Jawa Barat, rusak setelah KPU Cianjur, melakukan penyortiran dan pelipatan selama tiga hari yang melibatkan 300 orang tenaga relawan.

Ketua KPU Cianjur Selly Nurdinah mengatakan pihaknya akan melakukan pengajuan penggantian dan penambahan karena terdapat kekurangan dari total surat suara sebanyak 1.674.756.

“Setelah dilakukan penyortiran dan pelipatan, ditemukan 15.532 lembar surat suara rusak, ditambah ada kekurangan sebanyak 4.912 lembar dari penyedia, sehingga total kekurangan sebanyak 20.444 surat suara termasuk kekurangan pengiriman dari penyedia. Pasalnya dari jumlah yang sudah disepakati sebanyak 1.674.756, KPU Cianjur hanya menerima 1.669.844,” kata Selly Nurdinah di Cianjur Selasa.

baca juga:

Sehingga, ungkapnya, jumlah total surat suara yang rusak ditambah kekurangan dari penyedia, KPU Cianjur akan mengajukan penggantian dan penambahan sebanyak 20.444 surat suara yang dipenuhi pihak penyedia.

Karena setelah dilakukan penyortiran total surat suara yang dinyatakan baik dan layak sebanyak 1.654.312 lembar, katanya.

Pihaknya berharap setelah surat penggantian diterima, penyedia dapat langsung melakukan penggantian karena surat suara pengganti akan kembali disortir dan dilipat.

Untuk selanjutnya didistribusikan ke masing-masing PPK dan PPS sesuai jadwal agar tidak terjadi keterlambatan pendistribusian minimal dua hari menjelang hari H pada 9 Desember.

“Target kami dua hari menjelang hari H seluruh logistik untuk pilkada, sudah sampai di titik akhir pendistribusian tepatnya di masing-masing PPS, sehingga keterlambatan yang sempat terjadi pada pemilu lalu, tidak terulang,” katanya.

Pihaknya berharap pada pilkada kali ini, tingkat partisipasi warga meningkat dibandingkan pada pilkada sebelumnya, sehingga berbagai upaya untuk meningkatkan angka tersebut, dilakukan pihaknya dengan cara menggencarkan sosialisasi di media sosial dan alat peraga kampanye yang dipasang di seluruh kecamatan hingga tingkat desa.

“Targetnya minimal meningkat dibandingkan partisipasi pada pilkada tahun sebelumnya. Sampai saat ini, sosialisasi terus digencarkan baik tatap muka secara terbatas atau melalui media online serta melalui alat peraga, seperti baligo, baneer dan pamplet yang dipasang di berbagai wilayah di Cianjur,” katanya.

Berita Terbaru