KPU Surakarta Sortir Surat Suara dengan Prokes Ketat

NKRIKU,  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surakarta mulai menyortir dan pelipatan surat suara Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat di kantor KPU setempat pada Rabu (25/11/2020).

“KPU memulai kegiatan sortir dan pelipatan surat suara Pilkada Surakarta 2020 ini melibatkan 25 tenaga kerja dari luar dan ditambah 5 hingga 10 orang dari intern KPU di luar jam kerja,” kata Ketua KPU Kota Surakarta Nurul Sutarti.

Sebanyak 25 tenaga kerja tersebut warga yang tinggal di sekitar Kantor KPU Surakarta, sedangkan karyawan KPU bisa bekerja sore setelah jam kerja selesai atau bekerjanya di luar jam kerja.

baca juga:

“Tenaga kerja sortir dan pelipatan surat suara dengan biaya Rp75 per lembar dan mereka juga mendapatkan makan siang satu kali dari KPU,” jelas Nurul Sutarti.

Kegiatan sortir dan pelipatan surat suara pilkada Surakarta melibatkan puluhan pekerja dengan menerapkan protokol kesehatan berawal dari mencuci tangan dengan sabun, kemudian petugas KPU mengukur suhu tubuhnya, dan kemudian disemprotkan kedua tangan dengan hand sanitizer, mengisi daftar hadir kemudian diberikan alat pelindung diri (APD).

Setiap pekerja sortir dan pelipatan surat suara diberikan APD yang terdiri dari dua masker, face shield (pelindung wajah), dan kaos tangan karet sebelum masuk ruangan.

Para pekerja sortir dan pelipatan surat suara duduknya di kursi dan meja yang diberi jarak sekitar satu meter sehingga tidak terjadi kerumunan, hal ini untuk menerapkan prokes dalam kegiatan tahapan KPU.

“Pekerja sortir dan pelipatan surat suara bisa sesering mungkin mensterilkan tangannya dengan hand sanitizer dan mengelap dengan tisu,” kata Nurul Sutarti didampingi Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Surakarta Poppy Kusuma Nataliza saat kegiatan sortir dan pelipatan surat suara di KPU Surakarta.

Menurut Nurul sortir dan pelipatan surat suara Pilwalkot dan Wawalikot Surakarta 2020 targetkan secepatnya lebih bagus, dan paling lambat tanggal 30 November mendatang.

Berita Terbaru