Larangan Mudik, Jasa Raharja Tak Jamin Korban Kecelakaan dari Travel Gelap

NKRIKU, Jakarta – Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero) Budi Rahardjo menegaskan tidak akan memberikan jaminan asuransi maupun santunan bagi korban kecelakaan yang merupakan penumpang travel gelap.

“Travel gelap itu tidak dijamin Jasa Raharja kalau terjadi musibah kecelakaan, khususnya kecelakaan tunggal,” kata Budi dalam konferensi pers secara daring, Kamis, 6 Mei 2021.

Berita Populer  Kebakaran di Matraman Tewaskan 10 Orang, Kemensos Siapkan Santunan Rp 150 Juta

Budi mengatakan hanya memberikan jaminan asuransi kepada penumpang transportasi umum yang menggunakan jasa angkutan berbadan hukum resmi. Menurut dia, data penumpang travel gelap tidak terpantau oleh Jasa Raharja.

Dalam skema pembayaran nilai santunan kecelakaan, Budi menjelaskan, Jasa Raharja melakukan dari pintu ke pintu atau door to door dengan langsung menghubungi pemilik dari agen perjalanan tersebut.

Berita Populer  Jasa Raharja Akan Serahkan Santunan kepada Keluarga Korban Sriwijaya Air

“Kalau travel gelap yang namanya gelap kan kita tidak tahu. Jadi itu yang jelas tidak terpantau atau tidak terdaftar di Jasa Raharja. Setiap kasus kecelakaan tunggal itu tidak dijamin oleh Jasa Raharja atau oleh pemerintah,” tegasnya.

Seperti diketahui, Pemerintah telah memberlakukan larangan mudik mulai Kamis, 6 Mei, hingga 17 Mei 2021. Untuk menghalau pemudik, Kementerian Perhubungan dan Tim Gabungan dari Operasi Ketupat 2021 oleh Polri telah mendirikan sebanyak 381 titik posko pengendalian transportasi Lebaran untuk menghalau pemudik di sepanjang Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Berita Populer  Seratusan Pemegang Polis Bumiputera Kembali Berdemo, Tuntut 2 Permintaan Ini

Baca Juga: Karena Pandemi, Laba Jasa Raharja 2020 Turun 11,13 Persen Jadi Rp 1,37 T

 

Berita Terbaru