Legislator Ini Minta Penyaluran Pupuk Subsidi Terapkan 6T, Apa Itu?

NKRIKU, Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin mengemukakan pentingnya menerapkan 6T dalam penyaluran pupuk bersubsidi ke berbagai daerah. Adapun 6T yang dimaksud yakni yaitu tepat mutu, tepat jenis, tepat jumlah, tepat waktu, tepat tempat, dan tepat harga.

“Keberhasilan pelaksanaan pupuk subsidi yang begitu besar pada alokasi APBN akan sangat tergantung efektivitas implementasi 6T yang telah umum pada peran Pupuk Indonesia,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (19/1/2021).

Akmal menyebut, semua lini mulai dari pabrik, unit pengolahan, gudang produsen pupuk, gudang distributor, gudang pengecer hingga ke pengguna akhir yakni petani menjadi rantai utama penyaluran pupuk subsidi.

baca juga:

Dengan memastikan baiknya setiap lini pupuk hingga ke petani, ujar dia, maka distribusi pupuk akan menjadi efektif dan efisien.

“Yang menjadi pertanyaan besar adalah, sejauh mana 6T ini terlaksana. Mengingat hingga saat ini banyak yang mengatakan pupuk subsidi belum efektif padahal anggarannya melebihi APBN Kementerian Pertanian itu sendiri,” tutur Akmal dilansir dari Antara.

Akmal menambahkan, hingga saat ini, besarnya pupuk subsidi berkorelasi positif pada kenaikan produksi pangan nasional.

Namun, lanjutnya, untuk menghentikan perilaku impor sejumlah komoditas seperti beras ternyata masih jauh dari harapan.

“Kita semua berharap, ke depan dengan diterapkannya kartu Tani, akan semakin meningkatkan kualitas 6T pada penerapan pupuk subsidi. Bukan hanya pupuk, tapi sarpras Pertanian, Benih dan pelaksanaan program irigasi tersier dapat dilakukan dengan segala ketepatan juga. Semakin baik pelaksanaan program dengan minimalisasi penyimpangan, akan memperkuat pertanian Indonesia di masa depan,” ucapnya.

Sebagaimana diwartakan, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian menyebutkan bahwa penurunan anggaran tahun 2021 menjadi salah satu dasar kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi.

Berita Terbaru