Lemhannas: Geopolitik Indonesia Harus Memberi Rasa Aman untuk Rakyat

JAKARTA, NKRIKU – Tenaga Profesional Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Laksamana Muda (Purn) Robert Mangindaan mengatakan geopolitik di era pandemi Covid-19 dikuasai dua negara yang disebutnya sebagai ‘global leaders determinasi’. Dua negara yang dimaksud yakni Amerika Serikat dan China.

Robert menyebut Amerika Serikat sangat kuat di bidang militer. Sementara China mempunyai kekuatan ekonomi.

“Satu geopolitik Amerika yaitu militer. Kedua geopolitik determinisi China, dia punya kemampuan ekonomi. Jadi dua itu punya kepentingan,” kata Robert dalam seminar nasional ‘Jakarta Geopolitical Forum IV’ di MNC Conference Hall, Inews Tower, Jakarta, Kamis (22/10/2020).

Berita Populer  Tersangka Pembunuhan George Floyd Dicemooh saat Belanja

Bicara determinasi AS, negeri Paman Sam dianggap Robert telah menjadikan perangkat hukum sebagai senjata perang legal (legal warfare) mereka. AS dinilainya telah menjadikan legal warfare sebagai kekuatan mereka ketika berhadapan dengan negara lain.

“Kembali ke kepentingan nasional kita, sajauh mana kekuatan hukum kita. Tak ada UU yang tidak jelas, yang karet. Kita harus siapkan prajurit-prjurit legal. Dari sini saya ingin cerita geopolitik AS ini menggunakan kekuatan nyata, bukan potensi,” ujarnya.

Berita Populer  Filipina Tuduh China Palsukan Klaim atas Laut China Selatan

Sedangkan China, lanjut Robert, negara tersebut juga menggunakan kekuatan nyata dalam ‘berperang’. Salah satunya adalah kekuatan ‘pshyco cultural’ di mana AS tidak memiliki kekuatan itu.

“Kita tidak sadar bahwa kita termakan. Amerika juga kena, apa itu ‘Tiktok’. Itu benar sederhana, tapi nyata. China juga siapkan legal welfare, apa buktinya? Laut China Selatan. Pertanyaannya apakah kita sudah siap dengan medan yang sama?” ucapnya.

Berita Populer  Pemerintah China Bantah Sterilisasi Paksa Wanita Uighur

Robert melanjutkan pertanyaannya, di mana posisi Indonesia saat dua negara itu berebut pengaruh? Menurutnya, yang paling sederhana yaitu meningkatkan kekuatan maritim bukan pada level ketahanan nasional, melainkan level maritim dunia.

Editor : Rizal Bomantama

Share

Share

Berita Terbaru