Libur Akhir Oktober, Menhub Prediksi Terjadi Kenaikan Penumpang Sebanyak 20%

loading…

JAKARTA – Pada akhir bulan Oktober ini ada libur panjang yang terdiri dari tanggal merah dan cuti bersama. Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi memperkirakan akan terjadi kenaikan penumpang transportasi pesawat, kereta api, dan bus sebesar 20% dari hari normal.

Oleh karena itu, Budi Karya meminta kepada maskapai pesawat untuk menambah penerbangan, sementara kereta api dengan menambah kereta, dan bus untuk menambah jumlah armadanya. (Baca juga: Libur Panjang saat Pandemi COVID-19, Hotel di Bandung Incar Okupansi 40%)

“Satu hal, kemungkinan karena liburnya relatif panjang bisa jadi kenaikan itu lebih dari 20%. Oleh karenanya saya wanti-wanti dengan maskapai penerbangan dan kereta api, agar menambah flight yang ada di udara dan kereta api dan juga Bus. Karena sekarang ini relatif mereka baru kapasitasnya 43%, juga di kereta api baru 30%, mereka punya spare untuk menambah pesawat,” ungkapnya dalam diskusi virtual “Potensi Penyebaran COVID-19 Ketika Libur Panjang” dari Media Center Satuan Tugas Penanganan COVID-19, Graha BNPB, Jakarta, Rabu (21/10/2020).

Budi Karya pun mengatakan bahwa pada saat rapat terbatas dengan Presiden Jokowi, beliau secara khusus memberikan pesan mempersiapkan libur ini sehingga tidak menyebabkan suatu penambahan kasus COVID-19 yang banyak. “Oleh karenanya kita memang melihat bahwa ada kecenderungan memang keinginan untuk libur itu banyak. Dan juga semua alat transportasi dipergunakan ya.”

Apalagi, kata Budi Karya, pada saat libur panjang bulan Agustus lalu terjadi kenaikan penumpang transportasi hampir 50%. “Katakan pada saat yang lalu, rata-rata di udara itu, di Soekarno Hatta itu hanya 40% itu naik kira-kira hampir mendekati 50%. Sekarang memang average juga saya sampai 40% sampai 43%. Nanti memang ada kenaikan 10 sampai 20%,” tuturnya. (Baca juga: Kasus COVID-19 Berpotensi Naik Saat Libur Panjang, Doni Monardo: Kita Harus Belajar dari Sebelumnya)

Budi Karya dalam waktu dekat akan mengumpulkan para operator transportasi untuk melakukan koordinasi. “Itu yang saya wanti-wanti besok atau lusa kami akan kumpulkan semua operator, koordinasi kembali bahwa tidak ada alasan untuk melanggar protokol kesehatan. Itu adalah panglima kita yang harus kita jaga,” tutupnya.

(kri)

Berita Terbaru