Lima Perusahaan AS Jadi Sponsor Olimpiade Beijing 2022, Kongres: Memalukan

NKRIKU -Pemboikotan terhadap Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 dilakukan Amerika Serikat (AS) dengan menindak para sponsor acara tersebut.

Panel Kongres pada Selasa (27/7) mengecam perusahaan-perusahaan AS yang menjadi sponsor Olimpiade Beijing, dengan menyebutnya tidak peduli terhadap dugaan pelanggaran hak asasi manusia dan genosida terhadap Uighur di Xinjiang.

Di antara perusahaan-perusahaan yang menjadi sasaran adalah Coca-Cola, Visa, Intel, Procter & Gamble, dan Airbnb, seperti dimuat Reuters.

Lima perusahaan AS itu memiliki komitmen sponsorhip untuk Olimpiade Beijing di bawah Program Mitra Olimpiade (TOP) resmi.

Anggota Kongres dari Partai Republik Chris Smith mengatakan kepada Komisi Eksekutif Kongres di China bahwa para sponsor perlu menunjukkan komitmen nyata mereka terhadap hak asasi manusia. Ia kemudian menyebut para sponsor untuk Olimpiade Beijing telah bertindak “memalukan”.

Ketika ditanya tentang keyakinan pemerintah AS bahwa China melakukan genosida terhadap Uighur dan kelompok minoritas Muslim lainnya, hanya wakil presiden eksekutif Intel, Steve Rodgers, yang mengatakan bahwa dia mempercayainya.

“Saya telah membaca laporan Departemen Luar Negeri. Saya telah mempelajarinya, dan saya percaya kesimpulannya,” kata Rodgers.

Eksekutif lain mengatakan mereka menghormati kesimpulan pemerintah AS, tetapi tidak akan mempertimbangkan masalah tersebut.

Perwakilan Demokrat Tom Malinowski menegur kepala kemitraan Olimpiade dan Paralimpiade Airbnb David Holyoke karena tidak tegas mengkritik pelanggaran HAM terhadap Uighur.

“Anda benar-benar membebaskan diri Anda dari tanggung jawab karena terlibat dalam diskriminasi yang hina,” ujar Malinowski.

Sejumlah negara dan PBB menyakini bahwa China telah menahan sekitar 1 juta orang Uighur dan minoritas Muslim lainnya di kamp-kamp di Xinjiang pad 2016.

China berdalih kamp tersbeut merupakan kamp kejuruan dan bertujuan untuk menghilangkan ekstremisme.

Sementara itu, AS sendiri, bersama beberapa negara lainnya, meyakini bahwa pelanggaran HAM China di Xinjiang merupakan sebuah genosida. Akibatnya AS berupaya memboikot gelaran Olimpiade Beijing 2022.(RMOL)

Berita Terbaru