Lo Kheng Hong Ungkap Alasan Tak Pernah Taruh Uang di Bank: Miskin Pelan-pelan

NKRIKU, Jakarta – Investor kawakan, Lo Kheng Hong, mengemukakan alasan tidak pernah menginvestasikan uangnya di bank untuk jangka panjang. Padahal, dia bekerja di sektor perbankan lebih dari 17 tahun.

Dia juga memutuskan tak membeli emas karena dinilai bukan merupakan investasi yang produktif. Ketimbang obligasi dan emas, Lo pun memilih pasar modal. Di Indonesia, Bursa Efek Indonesia atau BEI, ucap dia, telah terbukti menawarkan imbal hasil tertinggi di antara bursa utama dunia bagi investor jangka panjang.

Berita Populer  Daftar Tol yang Waskita 'Jual' untuk Bayar Utang

Di samping itu, investasi saham memiliki keunggulan ketimbang investasi lainnya. Melalui investasi saham, masyarakat dengan modal kecil bisa turut memiiki perusahaan besar atau multinasional, seperti BCA hingga Astra Internasional.

Berita Populer  Samuel Sekuritas Prediksi Laju IHSG Hari Ini Naik Tipis

“Dengan (investasi di) bursa, orang dengan kemampuan kecil bisa merasakan punya perusahaan besar,” katanya.

Di sisi lain, investor saham umumnya selalu mengharapkan hal-hal baik. Musababnya, bila hal buruk terjadi, hal itu akan berpengaruh terhadap laju indeks harga saham atau IHSG. Lo mencontohkan pandemi Covid-19 yang sempat menghantam indeks dari level 6.000 ke 5.000.

Situasi ini berkebalikan dengan orang yang menyimpan uangnya dalam bentuk dolar. “Orang yang memegang dolar biasanya mengharapkan yang buruk yang terjadi. Kalau situasi buruh, rupiah melemah, dolar menguat, dia untung. Beda dengan. Dia selalu mengharapkan hal baik,” kata Lo Kheng Ho.

Berita Populer  BEI Pantau Ketat 4 Saham Karena Bergerak Tak Wajar

FRANCISCA CHRISTY ROSANA

Baca juga: Lo Kheng Hong Ungkap Cara Pilih Saham Perusahaan Bagus dengan Harga Murah

Berita Terbaru