LPS Ingin Penurunan Suku Bunga Kredit Perbankan Mengekor Penurunan Bunga Pinjaman

NKRIKU Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Didik Madiyono berharap penurunan tingkat bunga penjaminan dapat diikuti penurunan suku bunga kredit perbankan.

“Kami harapkan ini akan diteruskan ke dalam penurunan suku bunga kredit perbankan,” kata dalam jumpa pers virtual penurunan bunga penjaminan di Jakarta, Selasa (24/11/2020).

Seperti diketahui, melalui Rapat Dewan Komisioner (RDK) pada 23 Novemer 2020, LPS memangkas tingkat bunga penjaminan sebesar 50 basis poin untuk simpanan rupiah masing-masing di bank umum menjadi 4,5 persen dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) menjadi 7 persen untuk mendorong pemulihan ekonomi.

baca juga:

LPS mempertimbangkan sejumlah indikator pemangkasan bunga penjaminan itu di antaranya suku bunga simpanan di perbankan menunjukkan tren penurunan dan berpotensi terus berlanjut seiring Bank Indonesia yang sudah memangkas suku bunga acuan.

Dengan penurunan bunga penjaminan LPS diharapkan meringankan biaya perbankan sehingga keringanan itu diharapkan menurunkan bunga kredit perbankan.

Penurunan bunga kredit perbankan, kata dia, akan mendorong permintaan kredit salah satunya dari korporasi sehingga program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dapat berjalan optimal.

Ia mengharapkan kontraksi pertumbuhan kredit yang terjadi beberapa bulan terakhir bisa membaik seiring langkah LPS, BI, OJK dan pemerintah yang bersinergi dalam PEN.

Didik optimis perbankan akan menurunkan bunga kredit karena sebelumnya Bank Indonesia juga sudah menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75 persen.

“Memang bank-bank sudah mulai menurunkan (bunga kredit), mungkin tidak secepat sebelumnya, tentunya akan ada penurunan apalagi dipicu penurunan BI Rate,” katanya.

Editor: Prabawati Sriningrum

Sumber: Antara

Berita Terbaru