Mabes Polri Beberkan Jumlah Massa Anarkis yang Ditahan Saat Aksi Omnibus, Terparah di Sumut

NKRIKU, JAKARTA- Buntut dari aksi anarkis penolakan Omnibus Law Cipta Kerja, Mabes Polri menahan puluhan massa yang diduga terlibat perusakan fasilitas umum. Dari puluhan massa yang ditahan, kebanyakan dari mereka merupakan pelajar.

Demikian disampaikan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (12/10/2020).

“Dari puluhan massa yang ditahan saat aksi di seluruh Indonesia, kebanyakan pelajar ada 83, mahasiswa 29, buruh 7 masyarakat 7,” kata Argo.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini merinci, dari hasil penyelidikan penyidik di seluruh Polda di Indonesia, di Sumut ada 32 oran ditahan, di Jambi ada 5, di Sumsel ada 6, di Lampung ada 4, Banten 1 orang ditahan.

“Terbanyak di Sumut ada 32 orang ditahan,” ungkap Argo.

Sementara itu, di Polda Metro Jaya, kata Argo ada 54 orang yang ditetapkan tersangka dan 28 di lakukan penahanan.

Selanjutnya, di Jabar ada 4, Jateng 5 ditahan dan Jatim 4 orang yang ditahan.

“Di DIY ada 4 di Kalbar ada 2, Kalsel ada 1 di Sulawesi Selatan ada 6, dan di Sulteng 3 orang ditahan, ini masih terus berkbang,” ungkap Argo.

Seperti diketahui, sejumlah massa melakukan aksi demonstrasi diberbagai wilayah di Indonesia. Pemicu aksi demonstrasi ini yakni RUU Cipta Kerja yang sudah disahkan oleh DPR.

Mereka juga melakukan aksi di kota-kota besar seperti Bandung, Banten, Tangerang, Bogor, Bekasi, Solo, hingga Surabaya sejak Senin (5/10/2020).

Namun puncaknya, aksi itu terjadi pada Kamis (8/10). Hingga malam hari, massa semakin anarkis dengan melakukan perusakan hingga pembakaran sarana dan prasarana umum.

(fir/pojoksatu)

Berita Terbaru