Mahasiswa Bertopeng Salvador Dali Bakar Naskah Ciptaker di MK

Jakarta, NKRIKU Indonesia —

Tiga orang mahasiswa yang mengatasnamakan Mahasiswa Independen melakukan aksi demo simbolis membakar salinan naskah Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Selasa (27/10).

Pantauan CNNIndonesia.com, salah satu mahasiswa mengenakan setelan baju merah panjang dengan topeng Salvador Dali. 

Saat tiba di depan Gedung MK, mahasiswa itu langsung mengeluarkan naskah UU Cipta Kerja, tiner dan korek dari dalam tasnya. 

Berita Populer  Ingin Jadi Penyeimbang, PKS Kirim Wakil ke Panja RUU Cipta Kerja Omnibus Law

Aksi pembakaran naskah itu sempat dihalangi oleh salah satu petugas kepolisian yang berjaga di sekitar Gedung MK. Naskah itu berhasil dibakar sebagian, diinjak-injak dan dirobek. 

JR Kibul, nama samaran mahasiswa yang membakar naskah UU Cipta Kerja itu menyatakan aksi simbolis tersebut merupakan bentuk ketidakpercayaan kepada MK bila proses uji materi atau Judicial Review UU Cipta Kerja dilakukan.

Tiga orang mahasiswa yang mengatasnamakan Mahasiswa Independen melakukan aksi simbolis membakar salinan naskah Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Selasa (27/10).Mahasiswa membakar salinan naskah omnibus law UU Cipta Kerja di depan gedung Mahkamah Konstitusi sebagai simbol penolakan pubik. Foto: NKRIKU Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra

Berita Populer  Easy Bike, Transportasi Sepeda Listrik ala Mahasiswa Unpad

Ia pesimistis MK akan menerima gugatan uji materi UU Cipta Kerja. Sebab, para hakim MK merupakan produk politik yang dipilih oleh DPR dan Presiden.

“Karena hakim-hakim MK adalah produk politik, dipilih oleh presiden dan DPR. Lalu UU ini juga dari presiden dan DPR. Percuma saja judicial review, akan dilanggengkan oleh MK,” kata Kibul.

Berita Populer  Pupus Harapan Calon Mahasiswa Positif Corona Masuk PTN

Melihat persoalan itu, Kibul menolak bila ada pihak yang mengajukan uji materi UU Cipta Kerja ke MK. Sebab, langkah tersebut merupakan bentuk legitimasi bahwa UU ini adalah UU yang sah.

“Padahal UU ini cacat formil dan prosedur, makanya kita tolak JR dan Perppu,” kata dia.

Aksi simbolik itu berjalan sekitar 30 menit. Terlihat, pihak kepolisian dan petugas keamanan Gedung MK turut menjaga jalannya aksi tersebut.

(rzr/gil)

[Gambas:Video NKRIKU]

Berita Terbaru