oleh

Masyarakat Desa Jinato Keluhkan Belum Terima Rastra 2019 Hingga Saat Ini

Selayar, nkriku.com – Masyarakat Desa Jinato, Kecamatan Takabonerate Kabupaten Kepulauan Selayar yang masuk dalam kategori rumah tangga sasaran penerima Beras Sejahtera (Rastra), belum menerima jatah Rastra sejak bulan Januari – Juli Tahun Anggaran 2019.

Sejak awal tahun ini belum ada pembagian rastra, padahal di sejumlah desa lainnya sudah terima, jelas sumber warga Desa Jinato.

Tahun lalu 2018, kami pernah terima tapi sekali, jelas sumber, salah satu warga Desa Jinato yang tidak ingin namanya di publis.

Baca juga  Kapolres Selayar Pimpin Upacara Pemakaman Bripda Irna Inriani

Sementara itu, sumber lain yang kami konfirmasi terkait pembagian jatah rastra untuk warga desa menjelaskan bahwa memang belum ada pembagian rastra sejak awal tahun dan saya tidak tahu juga kenapa seperti ini, jelasnya.

Ia juga mengaku sudah banyak mendapat keluhan atau pertanyaan dari masyarakat terkait dengan penyaluran rastra di desanya. Itu disampaikan karena pada tahun 2019 ini masyarakat belum menerima rastra.

Baca juga  Disdukcapil Selayar Mulai Terapkan Layanan Kependudukan Sistem Online

Camat Takabonerate, Andi Asling saat dikonfirmasi media melalui telepon (14/7/19) menjawab bahwa semua jatah rastra untuk masyarakat Kecamatan Takabonerate telah siap semua dan sudah dibagikan didesa lainnya. Kalau Desa Jinato, coba tanya langsung ke Kepala Desanya, jawab Camat Takabonerate.

Informasi lain yang kami terima juga menyebut bahwa sebelumnya ada pungutan pembayaran biaya pengganti sebesar 10 ribu yang dibebankan ke penerima dengan alasan pengganti biaya angkut rastra tersebut.

Baca juga  Tokoh Pers Selayar Meninggal Dunia, Pejabat Ramai Ramai Melayat

Hal ini dibenarkan Sekretaris Desa Jinato, Hayatun saat dikonfirmasi melalui telepon (14/7/19) membenarkan perihal belum dibagikannya rastra ke warga desa jinato karena tidak ada kapal yang operasi. Dan sampai saat ini berasnya masih di bulog, jelas Atun.

“Saya tidak tahu pak! apakah Bulog tidak menghubungi kepala desa atau kepala desa yang tidak menghubungi bulog,” tutur Atun. (#*#)

Loading...

Baca Juga: