Masyarakat Pontianak Waspadai Potensi Pasang Air Laut

NKRIKU, Masyarakat Pontianak diharapkan mewaspadai akan terjadinya potensi air pasang laut dengan ketinggian 1,8 meter, sehingga daerah-daerah rendah dapat tergenang air.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Kamis (14/01/2021) mengatakan bahwa hari ini dan Jumat besok menurut prakiraan BMKG, air pasang laut mencapai pasang tertinggi, yakni 1,8 meter, sehingga daerah-daerah rendah berpotensi terendam dampak air pasang laut tersebut.

Dia menjelaskan, data BMKG mencatat air pasang rob atau air pasang laut yang cukup tinggi ini terjadi dalam lima hari atau sampai tanggal 15 Januari 2021.

baca juga:

“Bahkan air pasangnya cukup tinggi, yakni 1,8 meter dari permukaan air rata-rata sehingga dampaknya menggenangi wilayah rendah Kota Pontianak sekitar 35 hingga 40 persen dengan ketinggian bervariasi,” ungkapnya.

Apalagi menurut Edi, wilayah Kota Pontianak merupakan dataran rendah, sehingga dia mengimbau kepada masyarakat di kota itu agar membangun rumah dengan model panggung minimal setinggi 30 hingga 50 centimeter dari badan jalan tertinggi.

“Dengan ketinggian tersebut, maka rumah warga tidak akan mudah terendam air pasang atau ketika terjadi hujan lebat,” ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya terus berupaya meninggikan jalan-jalan di kawasan yang sering terendam air pasang sungai maupun laut, sehingga tidak mudah tergenang air.

“Tetapi kalau hanya jalan yang tinggi, sementara halaman dan rumah warga tidak ikut tinggi, maka akan terulang kembali masalah genangan air di musim air pasang laut dan ketika di musim penghujan,” kata Edi.

Sebelumnya, Wali Kota Pontianak juga menyatakan, pihaknya akan lebih mengoptimalkan fungsi parit agar air cepat turun ke Sungai Kapuas dalam mencegah terjadinya genangan air di kota itu, ketika musim penghujan atau air pasang tertinggi.

Berita Terbaru