Mengapa Memakamkan Jenazah di Ponorogo Sekarang Biayanya Rp5 Juta?

NKRIKU.COM – Pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Kepatihan Setyawan menjelaskan masalah biaya pemakaman sebesar Rp5 juta, sebelumnya Rp500 ribu, yang menjadi bahan pembicaraan warga beberapa hari terakhir.

“Memang biaya pemakaman bagi warga luar Kelurahan Kepatihan senilai Rp5 juta. Kebijakan ini baru diberlakukan ya sejak bulan April ini. Kebijakan tersebut sudah melalui musyawarah warga Kepatihan,” kata Setyawan dalam laporan Beritajatim.

Berita Populer  Antisipasi Penularan, Masyarakat Diminta Ikuti Protokol Penanganan Jenazah Covid-19

Kelurahan Kepatihan hanya memiliki satu tempat pemakaman yang dinamakan pemakaman Bibis.

Kebijakan biaya diambil sebagai upaya untuk mengendalikan warga di luar Kelurahan Kepatihan yang ingin dimakamkan di pemakaman Bibis. Pemakaman Bibis sekarang sudah padat.

Baca Juga:
Terkuak! Jasad Bayi Mengenaskan di Ponorogo Dibunuh Ibu Kandungnya Sendiri

“Sebelumnya dengan biaya makam Rp500 ribu, justru tidak bisa dikendalikan. Banyak warga diluar Kepatihan di makamkan di Bibis. Padahal kelurahan atau desa lain juga ada pemakamannya sendiri, bahkan ada yang punya dua atau bahkan lebih,” katanya.

Berita Populer  Keluarga Ambil Jenazah Pasien Covid-19 dari RS, Bawa Pulang Pakai Mobil

Pemakaman Bibis berada di tengah kota sehingga bisa dijangkau dari berbagai penjuru.

“Dengan kebijakan yang baru tersebut, diharapkan warga luar Kepatihan berpikir ulang untuk memakamkan di pemakaman Bibis dan bisa dimakamkan di kelurahan atau desanya masing-masing,” katanya.

Kebijakan tersebut juga sudah diterapkan di kelurahan lain, namun nilainya bervariasi.

Berita Populer  Kematian karena Corona Tinggi, India Tebang Pohon Taman Kota untuk Kremasi

Biaya khusus yang dikenakan kepada warga luar Kepatihan  nantinya digunakan untuk perawatan makam dan upah untuk juru kunci makam.

Baca Juga:
Ya Ampun! Bocah Pelajar 14 Tahun Jadi Pelaku Begal Payudara di Ponorogo

“Selain menaikan biaya pemakaman bagi warga luar Kepatihan, masyarakat juga menyepakati agar tidak ada pengkijingan di makam Bibis ini,” kata dia.

Berita Terbaru